Pendididan Seks dan Seksualitas pada Anak


Kisah Yuyun dan anak-anak korban kekerasan seksual lainnya tentu membuat pikiran orangtua terutama ibu gelisah. Bagaimana caranya kita sebagai orang tua melindungi anak-anak kita, dan ternyata hal sebab musababnya begitu panjang. Belakangan ketika mengikuti seminar bu Elly Risman saya diperkenalkan dengan buku Narkolema (akan diulas kemudian) yang membuat saya semakin khawatir dengan derasnya teknologi yang masuk ke Indonesia. Namun demikian, bukan berarti sebagai orang tua kita menolak mentah-mentah perkembangan zaman namun bagaimana menjadikan teknologi sebagai sahabat dan apa yang harus dilakukan untuk membentengi anak-anak kita dari kecenderungan ke arah hal-hal negatif. Saya sempat berdiskusi dengan suami dan dulu ketika zaman sekolah dan kuliah, kami termasuk yang aktif ini itu, memiliki kegiatan ini dan itu. Dan topik dari bu Ani Ch di bawah ini membuat saya sedikit lega, bahwa sebagai orang tua kita bisa mengantisipasi anak-anak kita ke depannya yaitu dengan memberikan aktivitas yang bermanfaat. Untuk anak-anak usia baligh dengan semangat meletup-letup tidak untuk dibendung namun dialirkan ke aktivitas yang kaya dan bermanfaat. Saya rasa akan sangat berguna pula untuk semuanya. Selamat membaca!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Psycho Coffee Morning
For Parents

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

▪☕▪☕▪☕▪☕▪

Teman…
Dalam ‘Parent Edition’ saya ingin mengajak untuk berdialog tentang hubungan orangtua dan anak-anak.
Anak yang jadi amanah terindah bagi para orangtua, karena walaupun telah tiada, pahala kita akan tetap mengalir dari do’a dan kesholihan anak-anak kita..
Anak yang juga amanah terberat bagi orangtua, karena ketika kaki kita sudah menapak di surga, dan ternyata anak kita ada di neraka, maka kita bisa terseret kesana..

👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲

Selasa, 17 Mei 2016

Pendidikan Seks & Seksualitas pada Anak
(Bagian 9)

👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲

Berita perkosaan YY di Bengkulu menyulut berita-berita sejenis muncul..di Makasar terjadi pemerkosaan beramai-ramai, bedanya ‘si korban’ masih hidup. 2 hari yang lalu saya baca media, bu Risma walikota Surabaya un melakukan investigasi kasus serupa di Surabaya.

Teman, saya pikir sudah cukuplah kejadian ini…terlalu banyak mungkin kejadian, yang terus berulang…kemudian menyadarkan kita betapa ‘salahnya’ nya pendidikan kita..pendidikan di sekolah..dan tentu pendidikan di keluarga.

Bahkan menteri sosial pun mengatakan bahwa kesalahan utama adalah ‘tidak semua keluarga tahu fungsi keluarga’ dan ‘tidak semua orangtua punya parenting skill’.Lha iya bu…lak yo tugas negara membuat keluarga2 di Indonesia ini paham dan akhirnya tahu parenting skill…#geram.com

Oke baiklah…kita sebagai keluarga memang harus belajar sendiri…ayuuuk sama-sama belajar lagi..

Judul kita hari ini adalah belajar menghindarkan anak-anak kita agar tidak jadi pemerkosa…hmmmm mbayangin aja serem..

👲👧🏻👲👧🏻👲👨🏻👲👧🏻👲

Satu pembuka dulu yg ingin sya sharingkan hari ini…

Beberapa tahun yg lalu saat saya diamanahi untuk jadi konselor sekolah tingkat SMA, salah satu tugas saya adalah mendisain aktivitas anak. Sekolahnya tipe full-day, masih ditambah tambahan belajar semi privat untuk anak-anak khusus, masih ditambah dengan PR harian yang harus dikerjakan di rumah. Intinya full beban akademis.

Ini masih ditambah proyek life-skill yang waktu mengerjakannya mungkin butuh akhir pekan mereka. Ada proyek mengumulkan buku bekas untuk bakti sosial, ada tugas menyusun karya ilmiah berupa riset, ada kegiatan mengajar anak SD, ada tugas mempersiapkan diri jadi khotib Jumat, pemberi tausiah, dll. Sebagian anak yang ikut ekstrakurikuler atau mendapat jabatan pengurus OSIS bahkan siap menginap di sekolah jika ada event. Sepanjang tahun…ada kegiatan..

Lha kok sibuk banget? Ya memang dibikin ‘sibuk’. Apakah tidak membebani anak? Ya memang membebani. Apakah tidak mendholimi anak? Naaah, yang ini jawabnya in syaa Allah tidak.

Kami mengambil garis kepercayaan bahwa anak di usia baligh ‘wajib sibuk’, mereka harus selalu punya aktivitas terstruktur dan bertujuan di setiap ‘waktu luang’ mereka. Anak-anak yang sudah memiliki ‘gelora seksual’ karena kondisi biologis dan hormonal ini perlu dicarikan ‘pengalihan’ agar geloranya tidak mengarah dominan pada kebutuhan interaksi seksual tapi menjadi ‘gelora berprestasi’

Apakah anak tidak stres dengan beban yang banyak? Stres pastinya ada, maka memang pendampingan emosi perlu dilakukan, memastikan mereka punya saluran curhat dan pertemanan yg positif. Dan dari pengamatan saya…sebagian besar anak merasa semakin mereka ‘sibuk’ semakin mereka merasa bearti dan bersemangat. Bahkan harga diri juga kepercayaan diri mereka meningkat saat mereka ‘berkarya’.

Saya bahkan pernah membuat catatan bahwa ‘pengembangan hobi’ adalah wajib dilakukan anak yang memasuki usia baligh..agar hasrat seksualnya tidak menjadi dominan karena tersalurkan energinya dalam kegiatan hobinya.

👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲

Mari kita bayangkan…andaikan para pemuda pemerkosa YY itu punya ‘kesibukan bermakna’ dalam kehidupan sehari-hari mereka..tidak akan sempat minum miras, tidak akanlah kepikir untuk sering lihat-lihat tayangan pornografi…dan bisa tidak terlintas untuk mencari sasaran ‘pelampiasan’ hasrat seksual mereka. Kenapa? Karena hasrat itu teralihkan pada aktivitas produktif..

Maka adalah kewajiban bagi semua keluarga untuk memastikan anak-anak mereka punya aktivitas terstruktur sepanjang hari..juga sepanjang akhir pekan. Agar hasrat seksual di masa baligh dapat dikendalikan.

Dan andaikan saja, ada perda atau peraturan pemerintan yang bisa memberikan sanksi : bagi orangtua yang tidak bisa mengatur aktivitas anaknya, maka anaknya akan diambil alih oleh negara untuk diarahkan pada lingkungan dengan aktivitas terstruktur lebih baik…hehehe…mimpi….

👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲

Oke bahasan selanjutnya..untuk menghindarkan anak-anak kita menjadi pelaku pemerkosa maupun korban perkosaan adalah mengajari anak untuk menundukkan pandangan juga menjaga kemaluan, kita bahas besok in syaa Allah.

👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲👧🏻👲

For web version, please visit http://www.psychocoffeemorning.com

For feedbacks, questions, requests, and further discussions, please email to : psychocoffeemorning@gmail.com

For join fanpage on Facebook, please click: on.fb.me/1jmcjEG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s