Percaya pada Firasat


Kemarin suami kehilangan dompet namun bukannya panik (seperti reaksi saya yang biasa), saya hanya yakin dompet suami baik-baik saja. Suami sempat panik namun saya menganjurkan untuk memeriksa kembali satu per satu tempat yang pernah didatangi dan memblokir semua kartu berharga yang berada di dompet sekaligus mengurus surat kehilangan dari kepolisian setempat. Alhamdulillah suami yang masih sangat syok menjalani dengan apa adanya prosedur yang dibutuhkan.

Ketika saya sampai di rumah, terlihat raut wajah suami yang agak stres dan saya masih yakin si dompet baik-baik saja. Suami berkata pada saat mengantarkan saya (kejadian sebelum kehilangan dompet),dia punya firasat si dompet akan hilang lalu saya timpali dengan saat itu firasat saya si dompet akan kembali. Setelahnya suami ke rumah pak RT untuk mengurus KTP yang hilang. Tidak disangka ternyata dompet suami ditemukan oleh tetangga beda gang TANPA KURANG SESUATUPUN. Masya Allah luar biasa. Yang luar biasa lagi adalah si tetangga sudah 3x datang ke rumah tapi gak ketemu orang rumah.

Dari kejadian di atas saya menyadari beberapa hal, diantaranya:

  1. Apapun yang menjadi rezeki kita akan tetap menjadi rezeki kita. Mungkin karena ini pula Allah mungkin mengingatkan bahwa tidak perlu terlalu khawatir terhadap urusan dunia, kalau rezeki kami tentu akan kami dapatkan.
  2. Tugas manusia adalah berusaha, berdoa, dan bertawakal. Ketika kehilangan dompet, suami berusaha dengan memblokir seluruh kartu yang penting, mengurus surat kehilangan ke kepolisian, mengurus ATM yang hilang ke bank, belum lagi urus surat-surat penting (KTP,SIM,STNK) setelah itu bertawakkal semoga urusan dilancarkan. Dilalah di akhir skenario yang Allah tentukan, dompet ketemu setelah seharian mengurusi ini-itu. Poin pentingnya adalah berusaha apapun akhirnya.
  3. Di dalam rezeki kita ada rezeki orang lain. Ketika saya berdialog dengan suami, ternyata yang menemukan bukanlah orang yang sangat berada namun memiliki hati yang bersih. Allah sedang mengingatkan kami untuk bersilaturahmi dan mungkin menengok tetangga yang membutuhkan untuk ditolong.
  4. Perlunya saling mengingatkan antar pasangan. Bagaimanapun kejadian di atas merupakan salah satu momen dimana saya dan suami lebih memahami  satu sama lain

Apapun kejadian di dunia ini tentu sudah menjadi ketetapan dari Allah. Semoga saya sebagai manusia lebih bisa mengambil hikmah terhadap hal-hal positif dan musibah yang terjadi dan Allah senantiasa menjaga keluarga kami. Aamiin

Ciputat, 23 Februari 2016

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s