Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan keberhasilan menyusui


Setelah sekian lama draft tulisan ini akhirnya saya terbitkan juga, semoga bisa menambah keyakinan untuk IMD bagi para calon Ibu lainnya :-*

Saya tidak menyangka, starting point melahirkan anak adalah masa-masa kritis keberhasilan menyusui. Awalnya saya mengetahui hal ini dari salah satu website yang pro terhadap parenting. IMD atau Inisiasi Menyusui Dini adalah salah satu langkah penentu dan jalan pertama dalam terciptanya ikatan antara ibu dan anak. Setelah menyapih kedua anak saya, saya semakin percaya bahwa itu benar adanya walaupun memang masa-masa menyusui juga merupakan masa-masa pembentukan bonding yang kuat antara ibu dan anak dan juga fase pembentukan trust-distrust pada bonding ini.

Pada saat hamil Fatih dulu saya beruntung mendapatkan RS yang pro ASI, dokter kandungan yang pro ASI juga serta suami yang sangat pro ASI. Selesai melahirkan Fatih berhasil IMD setengah jam dan dapat bonus 15 menit lagi karena saya yang keras kepala hehe. Pada saat IMD ini Masya Allah luar biasa saya melihat bayi yang baru lahir bisa mendorong badannya menggunakan kaki mungil lalu mencari sumber makanan pada sang Ibu. Sementara itu Fatih juga berusaha menyusu dengan mengangkat kepalanya, iya benar, mengangkat kepala! Bayi merah bisa mengesot dan mengangkat kepala,Allahu Akbar, hanya kuasa Allah yang bisa membiarkan itu terjadi. Peristiwa IMD ini juga membuat saya semakin yakin bahwa saya bisa menyusui Fatih secara eksklusif maupun seterusnya. Percaya bahwa kami bisa melewati masa-masa menyusui🙂

Pada saat melahirkan Runi dengan Sectio Caesaria, IMD juga berlangsung tetapi hanya sebentar saja (saya tak ingat berapa menit) karena saya mual akibat anestesi yang diberikan untuk operasi. Setelahnya saya baru bertemu Runi setelah 6 jam kemudian (seharusnya 8 jam),pun ketika ini saya yang keras kepala kepada pihak RS untuk menyusui anak saya karena pihak RS beranggapan ibu yang melahirkan SC diharapkan beristirahat terlebih dahulu. Saya sudah wanti-wanti pihak RS bahwa Runi hanya boleh ASI. Ketika pertama kali Runi belajar menyusui, langsung lep, proses menyusui langsung berhasil,alhamdulillah wa syukurilah. Saya pikir hal ini biasa saja tetapi dokter anak yang visit dan juga perawat pun terkejut akan hal ini.

Dari cerita di atas, IMD antara Fatih dan Runi jelas berbeda tetapi poin akhirnya sama, sama-sama membuat proses menyusui berjalan lebih lancar. Untuk para calon ibu, semoga berhasil IMDnya ya, proses normal ataupun SC insya Allah bisa terlaksana🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s