Cerita Fatih


Ketika Mamanya Masuk Angin

Ya memang menurut ilmu kedokteran masuk angin itu tidak ada tapi berdasarkan jenis kulit saya dan Fatih yang relatif tipis, masuk angin itu menyiksa sekali. Alkisah dulu Fatih pernah sakit perut tapi katanya bukan karena mau BAB lalu saya tepok-tepok perutnya ternyata kembung lalu saya bilang “sini peluk mama,bang”. Awalnya tengsin gak mau, gak sesuai logika kali hehe. Kemudian saya yakinkan dia bahwa hangat itu menyembuhkan. Setelahnya saya kasih minyak kayu putih dan minum air teh hangat lalu dipeluk yang lama. Tidak lama kemudian Fatih sendawa dan wajahnya terlihat bahagia🙂 Tak berselang 5 menit,Fatih langsung bermain kembali.

Beberapa waktu kemudian, saya masuk angin dan mengaduh kesakitan.

Fatih: Kenapa ma? Mama sakit perut?

Mama: Iya nih,bang (sambil meringis dan tepok-tepok perut)

Fatih: Sini abang peluk (sembari merentangkan tangan)

Mama: *terharu* (hatipun ikut menghangat)

Fatih: Masih sakit ma? udah ma? Mama minum teh hangat dulu ya

Mama: (cuma bisa angguk-angguk sembari seruput teh, tak lama sendawa)

Fatih senang mamapun senang🙂

Ajak Runi pulang

Setelah selesai berenang,saya membiarkan anak-anak bermain di taman bermain yang dekat dengan kolam renang sembari menunggu saya beberes perlengkapan renang. Hari semakin petang dan menjelang maghrib, saya pun mengajak anak-anak pulang.

Mama: Abang, adek, pulang yuk, udah mau malam.

Runi: Belom, masih main.

Mama: Ayok dek, bentar lagi maghrib, liat tuh mataharinya udah hilang kan.

Fatih: Yok ma.

Runi: (masih narik-narik tangan si mbak buat main yang lain)

Fatih:Ayo dek, udah malam, liat tuh mataharinya udah gak ada, udah ganti bulan (sembari menunjuk bulan sabit di langit)

Runi: (Nurut sama abangnya, berubah haluan menuju tempat keluar)

Mama: (Terharu sama kata-kata Abang Fatih)

Cepat sekali waktu berlalu nak, umurmu belum lagi genap 5 tahun namun kedewasaan menyertai perilakumu. Semoga Allah senantiasa menjaga Fatih dan mendampingi Fatih sehingga Fatih bisa menjadi anak yang soleh, yang baik, yang cerdas dan bisa jadi panutan untuk Adik Runi,aamiin

Ciputat, 22 September 2015

Mama yang bersyukur akan putra-putrinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s