And Allah choose the time


Alhamdulillah wa syukurilah wabini’matillah setiap momen kehidupan bisa saya jalani bahkan ketika saya tau saya ragu apakah bisa terlewati atau tidak.

Dan saat ini momennya adalah menyapih dan diklat peneliti. Ketika tau tahun lalu seharusnya saya masuk list untuk diklat tetapi pada akhirnya gak,saya berusaha mengambil sisi positif “ah mungkin Allah menginginkan saya memberikan ASI full 2 tahun” karena kalau membawa bayi ketika diklat sungguh super luar biasa manajemen waktunya.

Lalu tak disangka,kun fayakun, diklat saya bertepatan dengan masa penyapihan Runi. Tepat! Benar-benar 2 tahun. Subhanallah saya begitu takjub. Padahal ketika dipersiapkan mental dalam 2 minggu sebelumnya,saya masih maju mundur,lebih karena agak gak tega karena Runi tidak bisa ditegasi seperti Abangnya.

Saya pikir malam adalah masa-masa pilu dimana Runi akan kehilangan masa bermanja dengan saya. Karenanya saya meminta mama saya untuk menggantikan peran dalam memberikan susu UHT di malam hari karena suami menidurkan si sulung. Tak dinyana sang papa menawarkan diri mengambil alih tanggung jawab tersebut. Di satu sisi, Fatih juga mulai STTN (Stand Through The Night). Maka,apalagi yang bisa saya ucapkan selain Fabiayyi aalaa i rabbikumaa tukadzdzibaan?

Cibinong,9 Maret 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s