Imunisasi?Absolutely Yes


Beberapa hari yang lalu saya mengshare tentang berita imunisasi dan seketika langsung ada yang mengkontak saya, yak, seseorang yang sangat saya kenal dan saya sayangi dan saya kagumi, teman sejawat yang dulu selalu berdiskusi. Dan kini kami bersebrangan pendapat.. Buat saya tidak masalah, buatnya entahlah..

Tulisan ini bukan untuk memerangi antivaksin tetapi sekadar kegundahan hati saja. Yang katanya antivaksin bukan berarti mereka bodoh atau tidak tahu, justru beberapa kerabat yang saya kenal dekat dan pandai berkecimpung di bidang vaksin, untuk menemukan vaksin halal. Memang ada isu atau fakta terkait halal dan haramnya vaksin, I know about that deeply,trust me, I’ve discussed a lot about that with my father who have ilmu tarjih, dan dulu di LPPOM MUI. Jika ada yang mengatakan bahwa semua imunisasi haram kecuali vaksin meningitis. It’s ok, I’ve got the news.

Kenapa saya kekeuh dengan vaksin? Let me show something:

  1. Pernah nonton Hunger Games? Yup, tentang kompetisi untuk bertahan hidup. Mereka makan apa selama kompetisi? apapun di hutan. Saya dulu diajari tentang hukum boleh untuk memakan yang haram JIKA tidak tersedia yang halal tapi bukan terus-terusan untuk dimakan tetapi hanya untuk keadaan darurat. Bagaimana dengan obat? Berikut pendapat salah satu ulama:

Tetapi perkenan (rukhsah) dalam menggunakan obat yang haram itu harus dipenuhinya syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Terdapat bahaya yang mengancam kehidupan manusia jika tidak berobat.

  2. Tidak ada obat lain yang halal sebagai ganti Obat yang haram itu.

  3. Adanya suatu pernyataan dari seorang dokter muslim yang dapat dipercaya, baik pemeriksaannya maupun agamanya (i’tikad baiknya) (Yusuf AlQardhawi)

Sekarang, kenapa saya kaitkan dengan Hunger Games? Perjuangan untuk hidupnya. Kebanyakan vaksin yang diberikan adalah MENCEGAH kematian dan MENURUNKAN resiko sakit. Jadi kalau ada yang bilang vaksin mencegah 100%,wetz, belom tentu loh. Tetep aja tergantung imunitas tubuh yang bersangkutan. Jadi poin satu memenuhi. Apakah ada obat lain yang halal sebagai pengganti? Belom ada, jadi boleh digunakan kan? Tapi ketika sudah ada vaksin yang halal maka kita wajib beralih. Ketiga, apakah ada suatu pernyataan dari seorang dokter muslim yang dapat dipercaya baik dari diagnosa dan agamanya? Ya, salah satunya dr. Piprim yang saat ini dikenal karena Rumah Vaksinasinya. Beliau ahli dalam imunologi, jadi kenapa harus khawatir ketika ada yang ahli dalam menangani ini?

  1. Tau gak kalo vaksin itu punya 2 kekebalan? Kekebalan terhadap orang yang divaksin dan kekebalan untuk lingkungannya jadi orang yang memvaksin bisa memproteksi lingkungannya HANYA JIKA cakupan imunisasi >70%. Saat ini cakupan di Indonesia?? Tak lebih dari 50%! Siapa yang bilang? Orang program di Kementerian Kesehatan yang kerjanya mendata. Meragukan kebenarannya? Well I did, berarti bisa kurang dari 50%?! Kebat kebit gak yang punya anak? Saya jelas iya. How I protect them? I vaccined them then.
  2. Saat ini sedang KLB Difteri di Padang dan Bandung. Difteri itu dulunya sudah isdet  alias musnah dan lemah dan gak nampak lagi di muka bumi dan yang namanya KLB difteri itu berarti SATU saja kejadian angka difteri it means wabah. Dan sedihnya angka kejadiannya ga cuma satu tapi lebih dari itu, waswas ga? Yakin anda membolehkan anak-anak anda keluar rumah? I don’t think so.
  3. Buat yang punya bayi dan balita pernah ngalamin semaleman nungguin anak demam tinggi ga turun-turun. Saya yakin jantung siapa yang tidak mau copot pas ngalamin ini. Rasanya nangis sedih dan pilu. Mendengar begitu banyak korban saya aja sedih banget, gimana kalo anak sendiri. Na’udzubillah min dzalik. Kebayang gak sih mendengar kabar banyak yang meninggal, banyak yang terkapar di RS karena mereka kena penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin? Saya pilu. Apakah ada antiserumnya? Ada tapi mahal. Satunya 400ribu pada saat itu dan butuh dari satu kali injeksi. Kebayang gak kalo ternyata gak punya uang dan tidak dicover pemerintah, apa mau menyerah pada kematian?😥 bahkan ketika menulis ini saya menangis, ga sanggup. Bahkan sekarang KLB mulai merebak lagi di 4 kota, ya empat, apa mau kita biarkan ini menjadi wabah dimana-mana? Effort untuk menanggulangi KLB ini jauh lebih susah payah dibanding kita mencegahnya. Salah satunya? Imunisasi.

Mungkin ada bahkan banyak yang tidak sependapat dengan saya. Silahkan saja, yang terpenting apa yang pernah menjadi ilmu saya dan informasi yang saya punya telah saya sampaikan. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menanggapinya. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s