Married at The First Sight


Ceritanya weekend kemarin setelah capek seharian di luar rumah saya ingin ambil jatah nonton saya hahaha, iya bener! Punya dua balita susah banget mantengin TV dan nonton acara yang kita suka kayak jaman cuma berdua dulu. Trus tumben-tumbenan gak rebutan remote sama anak-anak dan suami hihihi, anak-anak lagi ‘sibuk’ berakting pergi kerja kayak mama papanya dan suami ‘ikhlas’ acara Pump Ridenya diganti karena saya lagi ingin tayangan romantis! Bukan karena valentine tapi karena lagi bete sama suasana kantor dan pengen ganti suasana jadi fresh lagi otak ini.

Gak sengaja channelnya berpindah ke acara ini. Acaranya saya suka dari sisi sains❤ Ada beberapa hal yang bikin saya gak beranjak (walau kepotong juga karena anak-anak harus mandi dan makan malam), untungnya acaranya berlanjut besoknya tapi langsung pass ke episode terakhir,hihihi. Secara ringkas sih ini ceritanya ada sebuah riset dari 4 orang pakar (yang saya liat sih ya) di sebuah Universitas, mereka memilih 6 orang single jadi nanti akan ada 3 pasangan. Lalu mereka akan menikah selama 5 minggu, dibimbing oleh 4 pakar yaitu sosiolog, psikolog klinis, seksolog, satunya lupa apa. Mereka menikah dengan orang yang tidak dikenal dengan penilaian sebelumnya dari para pakar ini, jadi saya rasa sih dicocokkan dari sifat, latar belakang,dll. Setelah 5 minggu selesai, mereka akan ditanyakan apakah akan melanjutkan pernikahan atau gak. 2 dari 3 pasangan ini berhasil!🙂

Dari sisi saya, ini nih yang saya suka..

  1. Karena ada pakar di belakang reality show ini jadi ada analisis hubungan mereka dari sisi sains (ilmu sosial). Trus karena nonton sama suami kan biasanya kalo saya analisis ini itu, dia ga percaya (maklumin aja deh, kami biasanya pake bukti kalo lagi diskusi). Naaahh para pakar ini membuat suami saya sadar bahwa beberapa hal yang pernah saya omongin sebelumnya itu logis dan bukan karena ego semata,hihihi.
  2. Hubungan mereka diupayakan berhasil (dengan nasihat para pakar) tidak hanya dari sisi si pasangan aja tapi juga dukungan keluarga dan teman dekat. Artinya, reality show ini terasa real karena bener-bener mereka harus memikirkan untuk masa depan mereka dalam hal berkeluarga. Bukan 5 minggu yang harus dihitung tetapi bagaimana kita membiarkan orang lain yang tiba-tiba datang untuk mengerti kita secara mendalam. Biasanya pihak perempuan bisa menempatkan diri tapi kalau sosok lelaki agak sulit mau membuka diri untuk hubungan serius, hebatnya reality show ini bisa menghadirkan itu!
  3. Ketiga pasangan ini berasal dari latar belakang yang berbeda dan saya takjub ketika ada salah satu istri yang memiliki masa lalu traumatik (latar belakang sosial yang rendah) lalu menimbulkan rasa malu berkepanjangan untuk memiliki hubungan jangka panjang dengan seseorang. DI sisi lain si pasangan (suami) memiliki latar belakang yang menyenangkan karena memiliki keluarga yang hangat. Saya takjub karena mereka klop! Si pasangan menerima dan selama 5 minggu reality show berlangsung seperti masa healing bagi si istri untuk berani move on. Hati saya terasa hangat bahkan air mata sempat menetes. Susah menemukan pasangan yang seperti itu dan reality show ini bisa menemukan kriteria yang seperti ini :”) Hal ini semacam refleksi bahwa upaya yang kita lakukan ketika mencari pasangan adalah mencari orang yang mampu mengisi titik kekosongan di dalam hidup kita. Hal ini seperti saya, ketika menemukan suami adalah orang yang hangat dan tukang becanda, sedangkan di sisi lain saya terlalu serius🙂
  4.  Dari reality show ini juga diberi tau oleh sosiolog bahwa ketika berumah tangga wanita tidak boleh menjadi terlalu mandiri. Ada beberapa pekerjaan yang bisa kita biarkan suami mengambil alih😉 Ternyata hal itu bisa menggores ego kelelakiannya. Noted

Abis nonton ini langsung hangat hati saya dan yes,makin sayang sama suami❤ Semoga pernikahan ini sakinah, mawaddah wa rahmah ya Allah,aamiin,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s