Kuliah (lagi) dan Keluarga


Cita cita saya salah satunya adalah kuliah di luar negeri. Kalo bisa dari S2 sampe S3. Emang sih sekarang udah ambil master di Indonesia tapi ada 1 ilmu yang saya tuh kepengen banget mendalaminya jadi kalo ditanya orang saya bisa menjawab dengan berbekal sains gitu. Udah banyak yang menawarkan link beasiswa di Eropa dan Jepang. Pengen sih dan saya tau butuh effort yang besar juga, persiapan yang matang dan tentunya prioritas sekolah nomor 1 tentunya. Tapi, sekarang saya juga lagi hepi dengan keadaan saya sekarang, punya anak 1,5 tahun yang lagi lucu-lucunya eksplorasi lingkurang, calon si kecil yang lagi asik nendang-nendang perut saya dan suami yang dari awal kami berkomitmen gak mau pernikahan jarak jauh,hehehe. Saya tau ini akan menjadi tantangan yang besar bagi cita-cita saya. Kebanyakan orang-orang yang belajar di luar negeri akan meninggalkan keluarganya atau hanya membawa anak aja  (inipun harus susah payah)  biar sekolahnya lancar. Tapi, saya punya keinginan keduanya harus jalan. Saya sekolah dan suami serta anak juga mendampingi. Biasanya kan istri yang ikut suami ya, kalo ini sebaliknya tapi tentu kondisi sosial-ekonomi di negara bersangkutan juga harus diperhatikan biar tau lapangan pekerjaan di sana bisa cocok dengan pekerjaan suami. Pengennya juga sekolahnya sebelum umur 30 tahun jadi ketika anak saya sudah mencapai sekolah dasar, saya bisa balik ke Indonesia. 

Beberapa senior yang punya pengalaman serupa sering saya tanya-tanyain bagaimana melanjutkan hidup dengan sekolah di luar negeri, ya kebanyakan meninggalkan keluarga dan harus berhubungan jarak jauh, sedangkan saya gak bisa jauh-jauh lama dari keluarga😦 bukan karena sayanya gak bisa tapi sayanya gak mau, anak-anak saya masih butuh peran seorang ibu untuk membesarkan nya, menumbuhkan kepribadian dan akhlaknya. Bagaimanapun, anak dan keluarga itu amanah dari Sang Pencipta dan taruhannya ukhrawi sekali. wew, sungguh kompleks. dan kalaopun saya akan membawa keluarga, saya harus memborong 3 orang, hohoho. ada gak ya scholarship yang mau mengcover? :p biasanya beasiswa hanya mau ngasih untuk biaya sekolah aja, biaya hidup dan keluarga belum tentu ditanggung, makanya saya masih maju mundur untuk sekolah lagi. Tapi harapan saya, semoga suatu saat mimpi ini bisa terwujud,amiin🙂

3 thoughts on “Kuliah (lagi) dan Keluarga

  1. ada kok sayyy beasiswa ke luar negri yang mencover uang saku buat mahasiswa berkeluarga. ayah tsaqeef juga lagi prepare2 buat itu kok. coba searching2 ajah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s