Risbinkes- pembinaan laporan akhir


Satu minggu ini tepatnya dalam 3,5 hari full saya dibina untuk laporan akhir risbinkes (riset pembinaan kesehatan). Pada saat melakukan kegiatan sih capeknya gak berasa, karena full time untuk mengerjakan analisis data, laporan, dan manuskrip publikasi. Apalagi saya memiliki pembimbing yang perfeksionis dan karena saya menginginkan dibina beliau jadilah saya dibina agak keras dibandingkan yang lain. Dari hal-hal detil, metode, hasil, pembahasan dikupas sampai tuntas. Bahkan hal-hal sepele yang menurut saya “udahlah gak usah” ternyata menjadi perhatian beliau juga. Berdasarkan pengalaman, senior-senior yang dari awal mengatakan ingin membimbing pada akhirnya tidak memberikan saran pada saat saya mengalami permasalahan. Berhubung saya agak takut dengan pembimbing saya jadi saya takut menyita waktu beliau yang sudah padat. Ternyata pandangan saya salah sodara-sodara! Beliau malah berpikirnya saya maunya jalan sendiri tanpa ingin konsultasi. Oow, miskom rupanya. Baiklah, ini pelajaran penting untuk saya ke depannya. Jangan berasumsi sendiri tapi dikomunikasikan. Sedih juga tau belakangan karena perjuangan yang kemaren jadi serasa tidak berarti.

Rasanya capek luar biasa karena sedang hamil dedek 6 bulan juga, kurang tidur pula, mikir seharian full pula. Tapi kalau mau mengeluh, bukankah saya yang menyanggupi dibina oleh beliau? Tipe beliau dalam membina hampir sama dengan pembimbing skripsi dan penelitian saya pas zaman mahasiswa dulu. Kalo mau dikasi ilmu yang banyak, standar yang ditetapkan juga tinggi, komitmen harus tinggi, dan lain-lain. Tapi outputnya juga banyak dan terjamin. Tapi ya itu, karena nomor satu adalah penelitian jadi keluarga bukanlah menjadi prioritas, sedangkan di saya, keluarga adalah prioritas utama. Jadiiiii, saya akan mulai belajar menjadi peneliti yang baik dan tentu saja tetap menomorsatukan keluarga. Effortnya besar yah tentu tapi bismillaahh.. Mohon doanya juga.

Kesan saya dalam mengikuti pertemuan adalah:

  1. Tim Pembina memiliki standar yang lebih tinggi untuk penelitian, di sisi lain kami masih disibukkan oleh hal-hal rutin di tempat kerja yang tidak memberikan kompensasi walaupun kami menjadi ketua peneliti.
  2. Tim administrasi mengejar pertanggungjawaban keuangan tapi saya kecewa karena dulu ada intervensi pada saat membuat anggaran dan sekarang anggaran terpaksa tidak terserap karena tidak diperuntukkan untuk pembelian bahan dan proses penelitian. Selain itu, dulu dijanjikan proses dapat langsung berjalan setelah etik penelitian keluar tapi kenyataan tidak bisa karena cairnya dana telat sedangkan satker tidak nombokin dulu dan laporan akhir tetap diminta sesuai jadwal. hikz T.T
  3. Pembina saya adalah orang yang sangat berkomitmen, hadir selama pertemuan dan tidak meninggalkan kami yang dibina dengan alasan pekerjaan lainnya. Luar biasa! Padahal saya tau beliau meng-cancel 3 acara penting lainnya hanya untuk pembinaan kami (akhir tahun adalah saat yang hectic bagi pemerintah). Jadi wajar kalo beliau memiliki ekspektasi yang lebih terhadap anak bimbingnya.
  4. Awalnya saya pikir ajang ini mirip dengan PKM-P dulu pada saat mahasiswa ternyata lebih sadis!!Hohoho.. Tapi saya justru suka, bukankah pelajaran yang diambil jadi jauh lebih banyak dan langsung dari senior yang berkompeten di bidangnya yang kadang sulit ditemui di kantor🙂

Dari pertemuan ini, saya belajar banyak, diantaranya:

  • Pintar-pintar dalam memilih tim penelitian. Kesanggupan di awal harus ditelaah lagi apakah hanya omong kosong belaka atau memiliki komitmen yang sama dengan kita. Tim menentukan kesuksesan penelitian itu sendiri. Jangan sampai terulang, kinerja tim malah menghancurkan rencana yang sudah matang dibuat.
  • Pintar-pintar bersikap. Pembina ilmiah yang merupakan senior peneliti, atasan, dan administrator memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu penelitian. Sebagai peneliti dituntut untuk bisa mengakomodir semuanya dengan baik.
  • Perencanaan yang matang butuh eksekusi yang baik. Eksekusi yang baik ditentukan dengan komitmen dan kinerja tim, dan tentu saja arahan. Banyak-banyak cari tau hal-hal yang berkenaan dengan penelitian dan manajemen penelitian itu sendiri.
  • Dekatilah para senior yang mau berbagi, karena sebenarnya mereka juga mau untuk didekati dan berbagi keilmuan yang mereka punya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s