hati-hati saat membersihkan rumah


Anda microbophobic? Ini adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan seseorang yang membenci kuman, namun dengan alasan yang tidak rasional dan tidak sehat.

Biasanya, mereka yang mengidap microbophobic memakai pembersih kimia dengan sewenang-wenang, dengan alasan ingin rumah selalu superbersih.

Padahal, sejumlah riset kesehatan telah menunjukkan, banyak produk pembersih dapat berbahaya bagi kesehatan, khususnya bila terlalu banyak dan terlalu sering digunakan. Jadi, mulai sekarang, ayo, lebih cermat dan hati-hati menggunakan pembersih rumah.

Apa saja?
1 Pembersih toilet duduk
Gunanya: Membunuh kuman di toilet.
Mengandung: Sodium hypoclorite (bleach), hydrocloric acid, dan jenis-jenis pestisida mikrobial lainnya.
Bahaya: Jangan mencampurkan toilet bowl cleaner ini dengan cairan pembersih lainnya. Karena bila dicampur akan muncul uap beracun, yang bila terhirup bisa menyebabkan gangguan pernapasan yang serius.

2 Pembersih bakteri
Gunanya: Membunuh bakteri yang menempel di dinding kamar mandi dan dapur.
Mengandung: Surfactant (menghancurkan kotoran), pestisida (membunuh bakteri), aroma sintetis, dan air (mengikat semua bahan).
Bahaya: Dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit serta sakit di tenggorokan.

3 Pembersih saluran
Gunanya: Melancarkan aliran air buangan dari wastafel kamar mandi dan bak cuci piring.
Mengandung: Larutan alkali dan asam sulfat.
Bahaya: Dua bahan di atas mengeluarkan uap berbahaya. Kulit bisa terbakar bila terkena. Pada beberapa kasus bisa menyebabkan kebutaan bila terkena mata, bahkan kematian.

4 Insektisida
Gunanya: Membunuh nyamuk, kecoa, kutu, lalat, dan serangga lainnya. Ada yang berbentuk obat semprot, bakar, listrik, dan losion.
Mengandung: Pestisida, seperti pyrethrins, permethrin, dan methoprene.
Bahaya: Tak semua jenis insektisida boleh digunakan di dalam rumah. Paparan jangka panjang bisa memicu kanker, karena sifatnya yang karsinogenik. Ada yang hanya cocok untuk mengusir kutu di hewan peliharaan, ada yang khusus untuk membersihkan serangga (di tempat tidur, di karpet, dan lain-lain) dan ada yang khusus untuk di kebun. Tabung insektisida semprot (spray) bisa bocor, bila tidak digunakan dan disimpan dengan benar.

5 Kapur barus
Gunanya: Mengusir serangga pemakan kertas dan kain. Biasanya diletakkan dalam lemari pakaian, rak buku dan kotak penyimpanan.
Mengandung: Naphthalene atau para-dichlorobenzene.
Bahaya: Kontak dengan mata dan kulit bisa menyebabkan iritasi serius.

6 Pembersih kaca
Gunanya: Membersihkan permukaan kaca dari noda. Misalnya, kaca jendela, cermin rias, monitor televisi, monitor komputer, dan meja dengan kaca.
Mengandung: Ammonia dan isopropanol.
Bahaya: Bisa menimbulkan iritasi pada mata, kulit, hidung, dan tenggorokan. Akibatnya bervariasi, mulai pusing, pingsan, bahkan kematian.

7 Detergen cuci piring
Gunanya: Untuk mencuci peralatan makan/minum dan peralatan memasak. Ada yang konvensional, ada pula yang khusus untuk dishwasher. Ada yang berbentuk krim, bubuk, dan cair.
Mengandung: Phosphate
Bahaya: Kontak terlalu lama bisa menimbulkan iritasi pada kulit tangan. Bersifat racun bila tertelan. Untuk itu, bilas peralatan dengan air bersih dan keringkan secara saksama untuk memastikan tak ada sisa detergen yang tertinggal. Karena, berbahaya bila tertelan ketika digunakan selanjutnya.

8 Pembersih oven
Gunanya: Membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di dalam oven setelah memanggang.
Mengandung: Larutan alkali (sodium hydroxide atau potassium hydroxide).
Bahaya: Bersifat korosif dan bisa merusak kulit.

9 Pembersih serbaguna (all-purpose cleaner)
Gunanya: Membersihkan segala macam peralatan dan perabot, mulai dari jendela, dapur, sampai kain pel.
Mengandung: Ammonia, ethelyne glycol monobuytl acetate, sodium hypochlorite, dan trisodium phosphate.
Bahaya: Biasanya berbau wangi untuk menarik perhatian sekaligus membunuh serangga (dan bersifat racun bagi manusia). Jangan mencampurkannya dengan pembersih lain, khususnya antara yang mengandung ammonia dengan chlorine. Karena hal itu dapat mendorong terbentuknya gas chloramines yang berbahaya bila terhirup uapnya.

10 Pengilap mebel
Gunanya: Menghapus debu dan jejak tangan di permukaan mebel, dan melindungi permukaan kayu dari air yang bisa merusak. Ada yang berbentuk cair, pasta, ada pula aerosol.
Mengandung: Petroleum dan minyak cedar untuk membantu melekatkan bahan pelitur atau pernis pada permukaan mebel.
Bahaya: Bila tertelan atau terjadi kontak bisa mengiritasi mata, kulit, dan tenggorokan. Akibatnya, perut terasa mual, muntah, bahkan pingsan. Jauhkan dari anak-anak, karena sebagian produk tampak mirip dengan jus jeruk yang biasa diminum.

11 Pemutih pakaian
Gunanya: Untuk memutihkan pakaian berwarna putih dan membunuh kuman dan jamur. Biasanya berbentuk cairan.
Mengandung: Chlorine (sodium hypoclorite). Bila pada label kemasan tertulis 5,25% sodium hypoclorite solution, itu artinya cairan dalam botol mengandung 5,25% bahan kimia tersebut, sisanya air. Angka ini menunjukkan konsentrasi bahan kimia yang cukup kuat.
Bahaya: Bila tercampur dengan bahan pembersih lainnya bisa membentuk aneka kombinasi bahan beracun yang sangat berbahaya. Uap beracun yang terhirup bisa memicu gangguan pernapasan yang serius. Bila tumpah dan tepercik, tak hanya bisa merusak pakaian yang dicuci tapi juga iritasi hebat. Bila tepercik langsung pada mata, bisa mengakibatkan kebutaan.

12 Detergen pakaian
Gunanya: Membersihkan kotoran dan noda di pakaian. Ada yang berbentuk krim, batangan, bubuk, dan cair.
Mengandung: ‘Agen’ pembersih bernama ‘cationic’, ‘anionic’, ‘non-ionic’. Biasanya ditambahkan enzim tertentu untuk memudahkan noda terlepas dari pakaian.
Bahaya: Mengiritasi kulit atau membuat tubuh semakin sensitif terhadap bahan kimia lain. Bisa menyebabkan gangguan asma, bila digunakan amat berlebihan.

JANGAN LUPA
• Jadwalkan pembersihan air conditioning (AC) secara rutin 3 bulan sekali, karena AC adalah tempat ideal bagi kehidupan kuman, bakteri, dan jamur.
• Bila mungkin, ganti mebel yang berat dengan yang ringan atau beroda. Tujuannya, agar mudah digeser ketika Anda perlu membersihkan sudut-sudut ruangan. Mebel berdesain simpel juga lebih mudah dibersihkan dari debu daripada yang berpahat/ukir rumit.
• Pastikan karpet tidak menutupi keseluruhan lantai (wall to wall), untuk memudahkan Anda menjangkau bawah karpet dan sudut ruangan.
• Bila sedang tidak dipakai, simpan semua bahan pembersih di tempat yang tak terjangkau anak-anak.

SIAPKAN ’BAJU PERANG’
• Sarung tangan berbahan lateks, harus selalu digunakan.
• Kacamata pelindung mata (goggles), khususnya ketika membersihkan oven, saluran wastafel dan ketika menggunakan pemutih pakaian (bleach).
• Masker penutup hidung (masker gas), khsususnya ketika membersihkan toilet, dinding kamar mandi, dan dapur.
• Celemek berlapis plastik, khususnya ketika membersihkan oven.

BILA TERJADI KECELAKAAN
1. Terciprat bahan kimia di bagian mata. Bilas mata di bawah air keran yang mengalir selama 15-20 menit.
2. Terciprat bahan kimia di bagian kulit. Lepaskan baju yang dipakai, bilas kulit yang terkena di bawah pancuran air atau keran air selama 15-20 menit.
3. Tertelan bahan kimia. Minum sedikitnya segelas air matang.
4. Terhirup uap bahan kimia. Buka semua pintu dan jendela lebar-lebar, segera keluar ruangan, cari udara segar untuk dihirup.
5. Sulit bernapas atau pingsan. Segera mencari pertolongan medis ke pusat kesehatan terdekat.
sumber: http://www.femina.co.id

One thought on “hati-hati saat membersihkan rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s