chikungunya dimana-mana [repost]


saya penasaran banget sama ini virus. saya pikir chikungunya disebarkan oleh sejenis nyamuk baru (karena mutasi) eh ternyata virus chikungunya ini ditularkan oleh nyamuk pembawa penyakit yang biasa kita hindari!! iya,bener, nyamuk Aedes aegypti!! Bener deh saya gregetan sama nyamuk ini, dengan kaki belang-belangnya *gemes*. Apalagi daritadi pagi nyamuk-nyamuk doyan banget di deket saya >.<

Ceritanya dulu ketika lagi heboh-hebohnya chikungunya saya sih adem ayem aja, secara di Jogja gak denger apa2 tentang gosip penyakit ini. Eh, ternyata ketika salam-salaman lebaran, saya dikasi tau kalo tetangga belakang dan samping saya kena chikungunya!! oh,NO!! Mesti waspada!! Apalagi dengan pertanda musim hujan yang dari menjelang lebaran mulai rajin menyapa, sepertinya nyamuk-nyamuk jadi seneng bertelur deh. Huh, saya jadi penasaran! Kupas tuntas dulu yuk!(telat banget yak? T_T)

Apa arti “Chikungunya”?
Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang
berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia).

Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan
Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta
persendian tangan dan kaki. Penyebab penyakit ini adalah virus chikungunya, yaitu keluarga Togaviridae, genus Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Meski masih “bersaudara” dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan.

Gejala Penderita Chikungunya

Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam
diikuti dengan linu di persendian
. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas
adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-
tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. Virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti.
Virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam
tubuh manusia. Virus menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah
endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari,
sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam.

Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi,
serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri
sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan <ini nih yang dialami sama tetangga saya>
. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian. Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari <tetangga saya bisa sampe 10 hari loh>.

Tidak Menyebabkan Kematian atau Kelumpuhan !
Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, bahwa demam Chikungunya atau flu
tulang atau demam tulang sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik.
Tidak jarang pula orang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan
kelumpuhan.
Memang, sewaktu virus berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada
tulang-tulangnya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan
anggota tubuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa hal ini bukan berarti terjadi
kelumpuhan. Melainkan lebih dari sekedar keengganan si penderita melakukan gerakan
karena rasa ngilu pada persendian.
Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. Virus ini termasuk self limiting disease alias
hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu
sampai bulan.

Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya. Cukup minum obat penurun
panas dan penghilang rasa sakit yang bisa dibeli di warung. Yang penting cukup
istirahat, minum dan makanan bergizi.Serta ngilu pada persendian itu
tidaklah menyebabkan kelumpuhan. Penderita bisa menggerakkan tubuhnya seperti
sedia kala.
Dokter biasanya hanya memberikan obat penghilang rasa sakit dan demam atau
golongan obat yang dikenal dengan obat-obat flu serta vitamin untuk penguat daya
tahan tubuh.Sebagian orang mengatakan penyakit ini bisa diatasi dengan
mengonsumsi jus buah segar, benarkah?
Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan
terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat lima hari, demam akan
berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang,
dan penderitanya akan sembuh seperti semula.
Vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini.
Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga
meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup
bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang. Minum banyak air putih juga
disarankan untuk menghilangkan gejala demam.

Bagaimana cara menghindari penyakit ini?
Cara menghindari penyakit ini adalah dengan membasmi nyamuk pembawa virusnya.
Nah.. ternyata nyamuk ini punya kebiasaan unik.
Pertama, Mereka senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti
bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih.
Kedua, Serangga bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang
menggantung 
seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar.
Ketiga, nyamuk ini sangat menyukai tempat yang gelap dan pengap.
Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik
untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut,
sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue.
Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan
malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya.Malation dipakai
dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena
Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang
menggantung.

-dari berbagai sumber-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s