Jadi orang baik saja tidak cukup!


Pagi ini saya masih terbangun dengan kecewa dan kesal yang masih melanda di hati. Ternyata tega-teganya 1 orang itu (entah komplotannya) menuduh saya yang bukan-bukan setelah membuat saya mengerjakan sebagian besar pekerjaan (termasuk pekerjaannya) untuk mengadakan 1 event yang isinya orang-orang penting dimana isinya kebanyakan profesor-profesor yang sangat saya hormati keilmuannya. Dipikirnya saya akan mengambil bagian? Jelas tidak. Buat saya “padamu negeri” tidak harus dengan dinas ke tempat terpencil tapi juga bisa dengan memfasilitasi ide-ide para ahli itu sampai ke kebijakan negara ini. Sebetulnya saya enggan tapi ketika berhadapan dengan profesor-profesor itu, hati saya luluh lagi, teringat dengan dosen-dosen baik hati yang mengajar saya ketika kuliah dulu dan tentu saja mereka scientist yang tidak berhubungan dengan dunia politis serta cenderung idealis dan nasionalis. Tapi lagi-lagi setelah kelelahan luar biasa , saya ditekan, di depan umum. Sungguh sangat tidak sopan! Berapapun gelar berderet di belakang nama anda, setinggi apapun jabatan anda, anda tau dan seharusnya memang tau bahwa TUHAN TIDAK TIDUR! Saya memang ceroboh tidak memproteksi diri saya tapi saya yakin kredibilitas saya selama ini akan tetap menjaga nama baik saya dan tentu saja pengadilan akhirat jauh lebih adil. Dan tentu saja doa orang terzholimi jauh lebih makbul. Kalau apa yang anda omongkan benar, seharusnya tadi malam anda berani menatap saya ketika anda menuduh saya, ternyata tidak, dan saya tau ada yang salah pada situasi ini. Saya tidak takut karena saya tidak melakukan apa-apa dan saya tidak akan mempertanggungjawabkan apa yang tidak saya buat.

Dan saya tersadar lagi ternyata JADI ORANG BAIK SAJA TIDAK CUKUP! Tapi kita juga harus bisa memproteksi diri kita untuk dijadikan alat kejahatan orang lain. Di dunia pemerintah itu tidak seperti matematika yang punya kepastian hasil. Buka mata, buka telinga, bermuamalah dengan baik, bersosialisasi dengan baik, perkuat link anda. Orang akan tau siapa anda bukan karena untuk siapa anda bekerja tapi diri anda yang sebenarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s