Konsekuensi,dan cara bersikap


Beberapa waktu lalu saya menonton History Channel. Pada saat itu acara yang ditampilkan mengenai profesi pilot. Di amerika serikat, ternyata gaji pilot tidak sebesar yang dibayangkan orang, bahkan lebih rendah dibandingkan manajer menengah.Dengan jam kerja yang tinggi, standar keselamatan juga harus dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,ada yang menambah pendapatan dengan cara menjadi pelayan di toko.Bahkan, ada yang harus berhutang untuk keperluan belanja sehari-hari dan makan menggunakan kupon makan gratis!  Ketika ditanya kenapa mereka tetap mengambil profesi sebagai pilot,mereka menjawab “saya mencintai pekerjaan ini”. Sungguh simpel jawabannya. Artinya,apapun konsekuensi pekerjaan mereka, they took that! Dan kalau tidak mau seperti itu ya jangan jadi pilot.

Cerita lainnya, Papa saya adalah seorang dosen. Buat saya beliau dosen yang hebat. Beliau selalu menyiapkan bahan kuliah dengan baik, mengoreksi secara detail skripsi dan tesis yang dibimbingnya baik beliau sebagai pembimbing maupun penguji. Hey, dari kata-kata sampai substansi loh! [sekarang kan kebanyakan dosen baca skripsi kita pada saat ujian skripsi]. Bahkan pernah ketika beliau sedang menengok kakak saya di luar kota selama 2 minggu, ketika pulang ke rumah sudah malam dan besoknya menguji skripsi pagi. Beliau membaca skripsi hingga tuntas beserta hal-hal yang perlu diperbaiki! Wow.. Kalau saya sih sudah tepar di kasur kali ya?😛 kalau ditanya berapa gaji dosen ya sama kayak pilot itu. Dulu belum ada sertifikasi dosen jadi papa mencari cara untuk menghidupi dan menyekolahkan kami anak-anaknya, diantaranya dengan membangun kos-kosan dan percetakan. Sudah banyak tawaran untuk papa menjadi dosen agama di luar negeri, belum lagi tawaran untuk menduduki jabatan tertentu. Tapi beliau tolak. Alasannya? Simpel, beliau cinta mengajar. Bahkan saat ini beliau bela-belain pulkam hanya untuk membangun kembali pesantren yang didirikan kakek buyut saya.
Dua kenyataan di atas tidakkah mengetuk kesadaran kita? Cintailah pekerjaan kita atau pilihlah pekerjaan yang kita cintai. Tapiii terima konsekuensinya, entah gaji kecil, tidak bisa bersosialisasi sana-sini, load kerja tinggi, capek,dll. Dengan rasa cinta inilah kita akan senang bekerja dan mensyukuri nikmat yang diberikanNya, sekecil apapun itu. Yang terpenting bukan harta melimpah tapi keberkahan atas setiap langkah dan rezeki yang kita terima,insya Allah rasa cukup itu akan ada di diri kita.

-renungan menuju kantor di jemputan-

4 thoughts on “Konsekuensi,dan cara bersikap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s