Database herbal Indonesia,make it real!


–postingan di blog satu lagi, yuk mampiršŸ˜‰ —

Hai.. hai.. hai.. Sepertinya saya sibuk dengan kerjaan utama jadi lama banget menulis sambungan dari postingan sebelumnyašŸ™‚

Berbicara tentang database.. Kira-kira susah gak sih bikin database itu? Saya jawab, NGGAK asalkan ada kemauan dan kepedulian (belagu amat ya saya :p) Maksudnya setiap ide akan punya tantangannya tersendirišŸ™‚ Memang untuk memulai itu susaaaahhh banget tapi sesuatu yang baik kan memang perlu pelopor kan? Kalo misalnya kita bisa memulai, kenapa harus menunggu. Kalo misalnya butuh bantuan, kenapa tidak meminta. Kalo misalnya butuh jaringan, mulailah untuk membuat jaringan.

Eh, ngomong-ngomong pernah intip link ini gak? Ternyata pemerintah sudah mulai bergerak kan? Dari bagian akademis dan peneliti sudah diwajibkan pada tahun 2012 untuk mempublikasikan karya-karyanya secara online. Berarti tidak lama lagi, kemudahan akses untuk mencari pengetahuan atau ilmu-ilmu tertentu sama mudahnya seperti kita berselancar di jejaring sosial loh.

Menurut pandangan saya, ada beberapa hal yang harus terintegrasi dari ABG (Academic, Business, and Government ). Berikut ulasan saya:

  1. Pertama, kontribusi dari ketiga faktor ABG sangat penting dalam perannya masing-masing. pemerintah (saya bidik kementerian kesehatan dan kementerian pertanian sebagai core terkait herbal) bekerja sama dengan DIKTI dan pihak universitas (minimal 5 universitas unggulan di Indonesia). Kenapa kementerian kesehatan? Karena kementerian kesehatan adalah kementerian yang fokus di bidang kesehatan terkait efikasi tanaman obat. Kenapa kementerian pertanian? Karena pertanian terkait dengan senyawa aktif, standardisasi tanaman, dan pemetaan tanaman obat lokal. Kenapa DIKTI? Karena DIKTI adalah instansi yang salah satunya berfokus dalam bidang pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan, baik sarjana (S1) maupun pascasarjana (S2). Kenapa akademisi? Karena disinilah para pemain penting di bidang penelitian bermain dan perlunya data yang terintegrasi sehingga tumpang tindih penelitian dapat diminimalkan.
  2. Kedua,pembagian tugas antara ketiga instansi ini perlu dilakukan. Pemerintah sebagai pool terakhir untuk menyimpan data dan membuat database. DIKTI menyaring penelitian-penelitian yang melibatkan herbal Indonesia. Pihak akademisi melakukan pengarsipan skripsi-tesis-disertasi dalam bentuk soft file dan tentu saja pengarsipan yang baik. Dan wow, ternyata ide saya serentak juga dengan DIKTI. Bisa dilihat di situ . Contoh pengarsipan dapat dilihat di web kepunyaan UGM
  3. Ketiga, diperlukan suatu sistem yang terintegrasi secara otomatis dimana setiap file dapat diperbarui secara cepat. Dan tentu saja database ini disimpan di dalamĀ data center/Ā pusat data. Seperti apa sih pusat data? Data center itu anggep ajaĀ pool,hmm bahasa gampangnya sihĀ basecampĀ atau tempat kumpulan data-data yang kita miliki. Tujuannya agar data-data yang kita miliki tersimpan dengan rapi, terpusat, dan tidak tercecer di sana-sini. Selain itu, data ini sudah terkumpul jadi satu dan dapat diakses dimana saja (Well, IT berperan penting di sini).
  4. Keempat, database boleh diakses siapa saja namuun kontributor dibatasi! Bukan berarti hanya segelintir orang yang boleh memberikan kontribusi tetapi menitikberatkan kesahihan data yang terinput dalam sistem. Kita dapat menjaring melalui institusi. Bahkan kalau mau lebih mudah, kita hanya menginput data yang sudah terpublikasi.
  5. Kelima, tentu komitmen yang kuat sangat diperlukan untuk keberlangsungan database ini. Selain komitmen, kerja sama juga sangat diperlukan. Tidak bisa kalo kita berfikir ini adalah kerjaan pemerintah atau kerjaan akademisi saja. Kalo berpikir seperti ini, database tidak akan terbentuk. Memang dana yang diperlukan besar dan butuh waktu yang lama tapi kalo misalnya bisa dikerjakan perlahan-lahan, mengapa harus dipaksakan cepat? Database herbal ini adalah milik bangsa, tidak boleh atas nama personal, yang menjadi kontributor sedapat mungkin perwakilan institusi. Kita tau sendiri dari berita-berita di media, kalau ada ide bagus langsung dijadikan proyek. Tapi heii, proyek itu berlangsung 1 tahun loh, paling lama 5 tahun. Kalo kita jadikan ini proyek seumur hidup, baru bolehšŸ˜‰

Ada contoh database herbal hasil karya seorang dosen kita, bisa dilihat di sini. Mau kasih masukan? Boleh bangetšŸ™‚

2 thoughts on “Database herbal Indonesia,make it real!

  1. Iya Mba, kemarin Pak Pram di kelas banyak ngomongin soal pembuatan database herbal ini, kata Bapaknya sekarang sudah ada Farmakope Herbal. Tapi Entah, sudah beredar atau masih dalam tahap revisi. Yang jelas, GO FOR IT, pasti bisa kokšŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s