In memoriam my bestfriend: Lukman Hakim


Dua tahun sudah saya tak bersua dengannya. Sms terakhir pun bulan januari lalu,sekitar 6 bulan lalu ketika kumpul angkatan MAN kami di jogja dan dia hanya menanyakan kabar saya,2 sms saja tak lebih. Setelahnya sms saya tak pernah berbalas. Hingga sekitar sebulan yang lalu,tepatnya tanggal 21 juni 2011 saya terkaget membaca status seorang teman kami di jejaring sosial bahwa ia telah tiada. Dan sungguh saya menyesal hp saya mati sedari pagi sehingga pesan yang mengabarkan kepergiannya tak sempat saya peroleh.

Kawan,tak banyak yg tau dirimu sebenarnya dan tak sedikit yang mencibir persahabatan kita. Sudah 8 tahun berjalan dan aku sungguh mengenal ketulusanmu. Terima kasih telah memberiku makna persahabatan yang sebenarnya, terima kasih atas percayamu yang begitu tinggi terhadapku,terima kasih untuk selalu ada di setiap sedih dan dukaku,dan terima kasih untuk berbagi ceria bersamaku. Waktu yang tak sebentar tuk mengenal sosokmu dan biarkan aku memberikan predikat sahabat terhebat untukmu!

Yup,ketika kita dipertemukan di kelas xarcovaguz (1.1) dan entah kenapa kita bisa menjadi akrab dan menjadi teman bercerita,dari yang serius sampai ngalor ngidul. Banyak yang meledek persahabatan kita sampai terkadang saya pun jengah mendengarnya tapi dari kamulah saya belajar,yang terpenting adalah persahabatan kami,tak peduli orang berkata apa.

Dia tak pernah menjelek-jelekkan saya ke orang lain (kalo ngatain saya di de-pan saya sih sering :D), selalu mensupport saya terutama di bidang komputer apalagi saya gaptek dan dia juara olimpiade komputer, selalu mendengarkan saya bercerita (tentang apapun!yang tau track record saya pasti tau betapa tahannya saya ngomong berjam-jam) bahkan sampai 3 jam nonstop! Dia sosok yang jujur, jangan harap dia sanggup memanis-maniskan perkataan kalo lagi kesal ke saya. Wew, pedas juga omongannya kalo ngritik saya. Tapi, saya yakin kritiknya itu kritik karena peduli. Jadi, gak pernah deh kami marahan kalo kritik-kritikan. Yang selalu teringat oleh saya adalah lukman pernah menitikkan air matanya. Bukan karena dia cengeng, tapi karena saya pernah meragukan persahabatan kami, pernah gak percaya dengan persahatan kami. Ini terjadi ketika saya mengalami krisis kepercayaan akibat seseorang yang dekat dengan saya mengkhianati kepercayaan saya (sahabat saya banyak dan buat saya, kepercayaan adalah hal utama). Yap, dan dialah yang mengembalikan kepercayaan itu. Saya itu orang yang serius dan memandang sesuatu dengan serius jadi gitu deh masa remaja saya,kalo marah ya marah beneran, kecewa ya kecewa beneran.Tapi sekarang semua udah kaya toleransi kok ^^”

Diapun selalu bercerita tentang kegiatannya, mimpi-mimpinya bahkan hingga kami kuliah namun dengan frekuensi yang makin berkurang. Dia pernah mendengarkan saya menangis selama 2 jam di telpon hingga dia rela tidak ikut mata kuliah favoritnya. Dia mau mengantar jemput saya kuliah ketika saya tak punya kendaraan, abang saya tak bisa menjemput atau bahkan tak ada teman pulang. Dia rela bangun pagi-pagi buat mengantar saya menjadi MC wisuda di GSP. Dia pula yang menginstallkan laptop saya tanpa imbalan apapun (pun begitu pula terhadap teman lain). Ketika kami menghadapi skripsi, tak disangka kami memiliki minat yang sama, yap!komputasi🙂 bahkan saya dan dia seperti belajar bersama. Dia mengajari saya tentang konsep komputasinya, saya mengajari dia tentang aplikasinya. Rasanya lucu, fakultas beda ternyata lagi-lagi minatnya sama. Apalagi tesis yang menjadi acuan dia ternyata dosen yang mengajari saya komputasi di fakultas🙂 Tapi akhirnya skripsi saya berubah dan skripsinya sempat tertunda karena mengejar nilai dan penyempurnaan konsep. Pernah pula, ketika kami mencoba membuat proposal bisnis bareng, serius-seriusnya bener deh, udah kayak mau lomba (emang iya sih,hihi). Dan gak disangka dia juga ikut PKM sama dengan saya, tapi beda bidang (saya kesehatan, dia MIPA). Gak nyangka aja ya, walaupun beda tempat, event-event yang kami ikuti nyaris sama.

Saya sangat bersyukur memiliki sahabat seperti dia dan sempat terbersit kekhawatiran persahabatan kami akan memudar jika salah satu dari kami telah memiliki pasangan (hampir terjadi ketika di MAN). Namun ketika dia bercerita tentang seorang wanita yang dia suka dan mempertemukan saya dengan wanita ini, saya langsung tau inilah wanita idamannya. Banyak cerita mengalir kepada saya,bahkan setelah jadianpun kami dipertemukan. Wow,berasa ketemu calon sodara ya? Tapi begitulah lukman, dia pintar menjaga persahabatan kami sekaligus membina hubungannya. Tak jarang kami pergi bertiga atau sekadar bertemu dan bercerita hingga akhirnya sayapun dekat dengan nuri,teman spesialnya ketika itu.

Hebatnya nuri tak pernah sekalipun cemburu kepada saya,sikapnya selalu hangat. Saya bahkan pernah mewanti-wanti lukman buat jagain nuri. Ah,terasa indah saat persahabatan ini berkembang. Saya yakin mereka akan bersama apalagi lukman pernah bercerita ingin menikahi neng (panggilan sayang lukman ke nuri) segera setelah kuliah selesai,bahkan dia mulai bekerja kecil-kecilan ketika kuliah. Saya sempat menasehatinya biar cepat selesaikan kuliah saja, karena dengan kemampuannya di bidang kimia dan komputasi, saya yakin, masa depannya akan cemerlang🙂 Namun takdir berkata lain dan Allah menggariskan hal yang berbeda kepadanya. Lukman sakit usus buntu dan harus dioperasi. Peristiwa ini ternyata hanyalah awal dari rentetan sakit yang menderanya kemudian. Kaget saya kemudian, ia harus dioperasi kembali karena kesalahan yang sempat terjadi pada saat operasi sebelumnya. Saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya dan meminta teman-teman untuk menjenguknya karena saya berada di kota yang berbeda. Kaget berikutnya ketika saya tau dia dikemoterapi dari seorang teman dan ketika saya mengkonfirmasi, ia tak menjawab sms saya. Saya pun bertanya ke nuri dan nurilah yang akhirnya bercerita ke saya. Begitupun perkembangannya berikutnya, tak ada kabar darinya ataupun menjawab pertanyaan saya hingga saya hanya menanti kabar yang lebih baik kemudian. Saya tau lukman tak bisa dipaksa kecuali ia yang mau bercerita. Dan saya kembali tenggelam ke dalam aktivitas saya.

Ketika saya dilamar bahkan menikah, ia tak pernah memberi selamat. Pernah terbersit kecewa dan menyangka dia berubah menjadi sombong. Alangkah kagetnya saya kalau sakitnya belumlah usai. Jangan ditanya apakah saya tau dari teman-teman,. Sama sekali tidak, teman-teman pun tak tau kabarnya. Setelah menikah barulah saya mendapat kabar dari nuri, bahkan tentang berita pertunangan mereka. Sedih rasanya hari-hari penting yang saya pikir kami bisa berbagi ternyata tetap saja kami menjalaninya sendiri. Bahkan cerita itu terhenti begitu saja. Kalau tak ada nuri,mungkin saya tak dapat kabar apapun tentangnya. Sekarang, ketika ia telah tiada, saya hanya berharap kenangan akan lukman dapat menjadi puzzle yang terpatri di kehidupan saya.

Sahabat sejatiku,hilangkah dari ingatanmu
di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi,aku datang menghampirimu
kuperlihatkan semua hartaku
Kita slalu berpendapat, kita ini yang terhebat
kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja, aku hitam kaupun hitam,
arti teman lebih dari sekedar materi
 
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
bila ku mulai lelah, lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
bila ku mulai terbang, terbang meninggalkanmu
 
Ku slalu membanggakanmu, kaupun slalu menyanjungku
aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan sgalanya
merdeka kita, kita merdeka!
 
Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini,
tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini,
dan tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini
(“Sahabat sejati–Sheila on 7”, soundtrack kami pada masa muda dulu ^^)

2 thoughts on “In memoriam my bestfriend: Lukman Hakim

  1. JAdi sedih cha bacanya…….salah deh gw baca di saat lagi mellow….memerah deh muka ane kayak lagi demam…..Moga Sahabatnya mendapat termpat terbaik di sisi Allah…..Insya Allha orang yang baik pasti mendapat tempat yang spesial di sisih-Nya…..Banyak2 dikirimin do’a pas bulan ramadhan

  2. thx ros bwt note nya.. Ak berusaha ikhlasin dia.. Semoga diampuni sgala dosa dan diterima segala amal kebaikannya.. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s