Kejahatan Dunia Maya >.<


Sepertinya efek membaca karya-karya Dan Brown terbaru “The Lost Symbol” plus baca “Deception Point” bikin saya agak ngeri dengan dunia maya kita >.< Apalagi beberapa waktu belakangan ini saya berhubungan dengan ‘beberapa’ kejahatan yang bikin saya agak bergidik T_T Zaman teknologi maju kayak gini, kejahatan tuh makin ‘diperkaya’ aja, gak cuma dalam bentuk fisik (mukul,bullying) tapi juga pencemaran nama baik, video-video & foto-foto yang gak pantes disebarluaskan, penipuan sampe pembajakan ID name kita. Dua kejahatan terakhir memang saya temukan bahkan alami sendiri coba, tapi ada yang gak secara langsung sih, seperti orang-orang terdekat saya yang mengalaminya.

Hmm, balik lagi yah. Novel-novel Dan Brown emang hebatnya bisa menceritakan ilmu pengetahuan terkini yang kaya dengan teknologi dan juga tentu saja pemikiran manusia. Membaca karya-karyanya bikin kita memacu otak dan sepertinya kalo hal-hal yang diceritakan itu sekadar ilusi, kok ya rasanya dekat dengan kehidupan kita. Apalagi yang Deception Point (yang dah pernah baca pasti ngerti maksud saya ;)). Apa sih hubungannya ma postingan kali ini? Ada 2 hal yang penting B-G-T! Pertama, jika kita memiliki email, jejaring sosial atau blog, buatlah password yang digitnya besar (gak Cuma 4-5 digit aja,tapi jangan sampe lupa ya :p). Trus kalopun lupa sama password sendiri, biasanya kan ada pertanyaan untuk tau password kita tuh,ya gak? Nah, kalopun pertanyaannya simpel, kayak “Nama makanan kesukaan” yang pastinya akan selalu muncul dalam kebanyakan status kita dan gampang ditebak orang, buatlah kata yang gak biasa, misalnya dengan angka or dianeh-anehin tulisannya,misalnya kalo batagor jadinya “bataagoorr” gitu,xixixi.. intinya gitu deh ya๐Ÿ˜€ Kenapa? Kita harus bisa memproteksi diri dan privasi kita sebaik mungkin!๐Ÿ˜‰ Kedua, selain penting dalam teori berhubungan dengan sesame relasi tapi ternyata ini juga penting untuk proteksi diri, yaitu hafalkan kebiasaan orang-orang terdekat anda. Sadar gak sadar, kadang banyak aja yang suka boongin kita pura-pura sebagai A-lah or bahkan sodara kita.

Saya tu tipikal orang yang suka merekam suatu kejadian menarik dan pernah menyita pikiran saya. Harapan saya sih sebenarnya biar saya bisa belajar dari pengalaman dan juga untuk mengatasi sifat ceroboh saya yang tentu saja kadang sulit diatasi,hahaha. Ok, lanjut aja. Cerita pertama, beberapa bulan yang lalu,salah seorang teman terdekat saya dibajak FB + emailnya oleh orang terdekat. Weww,sangat luar biasa jahatnya menurut saya. Kenapa? Pertama, udah jadi orang terdekat kok yo pake bajak membajak aja, gak gentle ah menurut saya. Kedua, dia sudah mempermainkan ilmu pengetahuan (yang bagi saya hal ini gak boleh semena-mena digunakan) coz buat para IT-ers, masuk ke wilayah orang (email dkk) tu larangan tersendiri jadi hanya berdasarkan etika aja. Yah, kalo dalam bidang farmasi sih kayak kasus obat palsu or jual beli narkotik gak sesuai persyaratan, bedanya bidang Farmasi masuk ke kode etik dan hukum, kalo informatika kayaknya gak ya? Ketiga, tu orang juga udah memutus akses dan silaturahim temen saya ini ke rekan-rekannya *geleng-geleng kepala* Hal ini bikin saya lebih memproteksi diri dan berdoa semoga kalo ada yang macem-macem sama akun-akun saya, dia kena karmanya! *sebenarnya gak boleh doa jelek sih :p*

Cerita kedua, orang terdekat saya juga mengalami hal yang sama, kali ini FBnya dibajak dan ditulisin status aneh-aneh.. Saya langsung DEG! Sepertinya saya pernah tau ini. Untunglah segera diprotek balik *kisi-kisinya gak saya paparkan yah :p* Dan setelah saya amati dari seribuan temen-temen FB saya, kayaknya banyak yang gak aware sama akunnya sendiri >.< Tips saya, kalo misalnya ada yang bilang akunnya dibajak orang dan dia gak bisa masuk, kalo dia sahabat-sahabat anda atau orang terdekat anda, pastikan dia mau pake ID itu lagi or gak, kalo misalnya gak, langsung blokir dan delete!!! Mengancam privasi anda juga soalnya. Tips kedua, jangan pernah menuliskan hal-hal spesifik yang mungkin menjadi kata kunci bagi password anda. Ketiga, untuk media jejaring sosial, orang-orang yang gak dikenal mending didelete aja or jangan di-approve! Kejahatan via media jejaring sosial makin besar (sudah saya tulis di postingan sebelumnya). Yang pasti, proteksi diri harus makin ketat!๐Ÿ˜‰

Cerita ketiga, ini baru saja terjadi. Penipuan via sms (walopun kemungkinan pelaku baca ni postingan, buat saya jauh lebih baik untuk memperingati banyak orang). Di sini, saya cenderung jadi korban sih,untungnya lom sempet coz diselamatkan oleh orang terdekat saya (ehem :p) yang mengingatkan saya buat jangan langsung percaya. Motifnya? Butuh uang pastinya. Modusnya? Kalo ke saya sih bilangnya buat nebus obat. Untunglah saya minta no. rekening dia,buat jaga2 gitu. Secara lengkap gak bisa saya sebutkan disini sampe kasusnya selesai ya kawan,tapi kalo dah selesai, saya posting deh. Tips saya, kalo dapet sms-sms aneh, cek langsung!!
Telponlah orang yang dijadikan atas nama untuk menipu (misal, kalo atas nama A maka telplah A). Nah,biasanya dia tau si A gak bisa dihubungi so hubungi orang terdekatnya! Secepatnya yo, saat itu juga. Trus telponlah si pelaku dan usahakan kenali suaranya (kalo pas saya sih, dia gak angkat telp). Naaahh,,disini saya jadi keinget novel Dan Brown. Kalo di Deception Point, kita mengenali ciri khas tulisan, tapi kalo kali ini, kita harus kenal gaya SMS dan gaya bicara sampe suara temen-temen terdekat kita ^.^ Yah, kalo udah hebat banget modus penipuannya, dia bisa mimikri ke gaya-gaya tersebut tapi percaya deh, yang namanya kebohongan tu bisa dideteksi. Jadi, berhati-hatilah dengan perangkat teknologi yah! Dan kalo kata Dan Brown di novel The Lost Symbol “Pengetahuan akan berbahaya di tangan yang salah”. Menurut saya, cara terbaik adalah untuk memproteksi pengetahuan sendiri, yaitu dengan menguasainya๐Ÿ˜‰ (huff,sepertinya saya sudah keracunan Dan Brown :p)

10 thoughts on “Kejahatan Dunia Maya >.<

  1. hahaha.. ehem.. *sok-sok gak tau* loh, kerahasiaan terjamin loh, aku gak nyebut merek :))
    begitulah, kenapa ya makin marak cyber crime ini >.<

  2. @imuzz/superkecil: modusnya banyak muzz, kebetulan *semoga gak lagi-lagi* yang bener-bener ikut merasakan ya yang kutulis, kalo kutulis semua, ntar penipu2 lain jadi kepikiran dan dapet ide baru lagi :p
    @uda:wetz wetz wetz,,, ckckck… jangan salaaahhhh…
    @mas fajar: woohooo,,, yup,mas nyinggung banget malah!! tapi pas aku nulis postingan ini, aku baru memulai membaca Digital Fortress,wkwkwk ^^v

  3. @wahyu: ckckck, saya gak jual batagor atuh, nasgor aja mau?๐Ÿ˜€
    @abdillah:๐Ÿ˜‰
    @mbak muthi: hohoho, yup,mbak, mengedepankan rasionalitas tapi juga ‘mempertajam’ kepekaan kita terhadap sekitar. kalo kita peka, pasti ada celah-celah kecil yang bikin kita ngerti kalo sedang ditipu

  4. betul cha..tingkatkan kewaspadaan dan kedepankan rasionalitas, jangan kalah pinter sama penjahat, buat “sang penjahat”: mbokya kl btl2 butuh uang terus terang aja…sepertinya “anda” kenal dekat dgn kami semua, kl dekat mana mgkn kami gak bantu? drpd berbuat jahat…kl masih mau diteruskan, that’s ok, kami jg bisa “meneruskan” lo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s