gw lulusan MAN, so what?!


Saya suka judul postingan ini ^.^ karena banyak cerita menarik di dalamnya.. selama ini, madrasah selalu dianggap jauh kualitasnya di bawah SMU.. tapi kalo ada yang nanya saya SMAnya dimana, dengan bangga saya bilang ” saya bukan lulusan SMU/SMA tapi saya lulusan MAN” biasanya yang nanya akan tertegun,, trus ngomong “ooo..” hihi.. padahal ada lanjutannya loh.. “iya, saya lulusan MAN tapiii MAN yang kualitasnya oke punya dan terbaik  di Indonesia dalam usianya yang relatif muda” iya loh, terbaik kedua jika dibandingkan dengan SMA2 terbaik senusantara, bisa diliat di sini ato di situ.. peringkat SMA terbaik I jatuh pada SMUK Penabur.. Dan saya cinta banget melihat ada kata-kata MAN di antara SMA-SMA.. Yup, MAN Insan Cendekia! Tapi gak bermaksud sombong atau angkuh yah tapi sebagai pemberitahuan kalo misalnya apa yang diniatkan dan dilakukan oleh pendiri sekolah saya serta yang memeliharanya (para guru dan karyawan) membuktikan bahwa apa yang diniatkan dengan baik dan diusahakan sebaik mungkin, insya Allah akan membuahkan hasil yang baik🙂

Sekadar intermezzo, kalo kita amati dan juga saya yakin temen2 merasa anak madrasah apalagi negeri, kemampuannya di bawah sekolah umum negeri.. tak dipungkiri juga di kebanyakan benak kita, yang namanya sekolah negeri tu kualitasnya kalah dengan swasta, yang kemungkinan terbesar menang dalam segi fasilitas. Bahkan A.Fuadi dalam bukunya Negeri 5 Menara menyebutkan bahwa sekolah madrasah menjadi pilihan terakhir, oleh karenanya ibunda Alif menginginkan anaknya masuk ke dalam Pondok Madani agar dapat ada bibit unggul yang lahir dari sekolah berbasiskan agama ini. Bahkan seringkali di depan mata saya, saya melihat kecemasan orang tua ketika anaknya tidak dapat memenuhi persyaratan lulus sekolah negeri,maka pilihan terakhir ditempatkan di madrasah. Sedih sebenarnya hati saya. Kenapa harus terakhir? Tapi menjadi buah simalakama juga andaikan ada orang tua berpikir seperti ibunda Alif tapi salah memasukkan ke dalam sekolah agama yang tepat!

Saya pun bangga akan orang tua saya terutama mama saya yang telah memutuskan saya untuk menempuh pendidikan dari Ibtidaiyah (setingkat SD) bahkan! Tapi tentu saja ketika memasukkan saya ke sekolah madrasah, mama memastikan mutu sekolah saya tersebut. Padahal kita seharusnya sadar, pendidikan tidaklah hanya terutama pada pengetahuan-pengetahuan umum tapi juga harus ada keseimbangan dengan pengetahuan agama. Kita tidak menyangkal ketika dihadapkan dengan problematika moral dan sosial, maka yang berhadapan bukanlah otak tapi hati dan juga pengetahuan agama. Apakah pemerintah terketuk untuk lebih memperhatikan sekolah agama? Semoga ya.

2 thoughts on “gw lulusan MAN, so what?!

  1. seneng aku membaca tulisanmu…
    ilmu harus diimbangi dengan Agama,,jgn hanya cari ilmu melulu tapi agama dilupakan..sehingga sekarang banyak orang pintar tapi akhlaknya bobrok, ya para koruptur itu contohnya….
    lebih baik kurang pintar tapi berakhlak,,dari pintar tapi tidak berakhlak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s