Bu Prita dan Malpraktik


Sudah beberapa hari berita tentang bu Prita Mulyasari yang ditahan oleh jeruji karena melayangkan surat pembaca ke detik.com mendapat perhatian publik, bahkan ketiga capres kita. Mungkin karena tindakan RS OMNI yang saya rasa memang tidak pada tempatnya (sudah salah tapi malah menggugat pasien yang tidak terlayani, aneh yah). Namun, untunglah tadi malam status bu Prita sudah berganti dari tahanan sel ke tahanan kota lalu hari ini akan dilaksanakan sidang pertama mengenai kasus ini. Satu hal lagi yang mengherankan saya, kenapa orang menjadi sangat geram atau bahkan terkejut dengan cerita yang disampaikan bu Prita, karena setau saya banyak malpraktik yang serupa dan didiamkan saja. Malangnya mereka adalah mereka tidak kenal media dan menyuarakan keluhannya.

Disini saya tidak akan berbicara bagaimana seharusnya RS OMNI melayani keluhan dari pasien atau bagaimana seharusnya kebijakan RS ketika melakukan kesalahan, tapi saya ingin melihat ada satu sistem yang seharusnya ADA tapi hilang di dalam manajemen ke pasien. Dimanakah? Ya, PERAN APOTEKER DI RUMAH SAKIT. Jangan berfikir kalo apoteker kerjanya hanya di apotek saja atau di instalasi RS saja atau di industri farmasi saja,kawan. Tapi di dalam visit ke pasien apoteker SEHARUSNYA juga diikutsertakan, dalam pemberian obat ke pasien SEHARUSNYA apoteker juga diikutsertakan, dalam pemilihan obat SEHARUSNYA apoteker juga diikutsertakan. Ya, seharusnya dalam manajemen RS dan pelayanan pasien SEHARUSNYA apoteker diikutsertakan!! Namun sayangnya, di Indonesia hal ini sangat amat jarang terjadi (saking bisa diitung pake jari dan satu tangan pula ckckckck). Padahal yang mengerti dosis obat tu apoteker, yang ngerti tentang kinerja dan interaksi obat tu apoteker juga, jadi sebenarnya yang salah tu apa? Ya sistem RS kita di Indonesia. Ada juga cerita dari teman saya, pakdenya meninggal karena diberi obat penenang. Kok bisa?aneh kan?? Obat penenang jika diberikan ke pasien harus dengan dosis yang tepat kalo ketinggian,wah, sama aja seperti menghilangkan nyawa. Tapi waktu itu temen saya tidak paham (dan saya yakin orang awam juga gak tau) kalo hal tersebut adalah malpraktik. Jika hal ini terus terjadi bagaimana?? Yah, sama aja kayak ngasi pekerjaan ke orang yang gak ngerti jadinya amburadul dan kemungkinan sistem kesehatan kita juga makin amburadul lagi deh. Jadi tinggal pilih, right man in the right place atau membiarkan terjadinya kasus prita-prita lainnya semakin semarak.

11 thoughts on “Bu Prita dan Malpraktik

  1. @ono gosip: wah, mas makasi ya berita terupdatenya ^^ share lagi yah sama semuanya di blog saya.. ntuk video klip pertama: saya melihat dalam sisi pekerjaan –> memang jaksanya berhak dipuji, melihat tuntutan dari RS OMNI seperti apa (coz pihak yang menuntut kan OMNI) tapi di sisi lain mereka lupa bahwa dasar hukum adalah keadilan dan hati nurani makanya jaksa agung memerintah untuk diperiksa.. btw, KEJATI BANTEN tuh tau gak sih masalah sebenarnya? saya pikir gak.. kalo misalnya beliau memang melihat secara jelas, tidak peduli siapa yang menuntut duluan tapi kita harus melihat, siapa yang benar,yang hak di kasus ini..
    untuk videoklip kedua aku belum nonton, tapi melihat tulisan mas, alhamdulillah wakil rakyat bersuara.. tapi tanggapan depkes gimana ya??

    @ichsanwahyudi:setuju mas! semoga beliau dimenangkan dan hukum negara kita masih bisa melihat keadilan yang sebenarnya🙂

  2. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

  3. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  4. @kak hata: hehe, kalo lagi berwacana, terucap saya langsung tuh.. kalo dari kacamata kesehatan sih, malpraktik terlihat jelas.. amat sangat jelas kak.. tapi sayangnya adalah mungkin saja berkas2 bu Prita tidak lengkap jadi tidak bisa menuntut balik seperti hasil lab trombosit yang 27.000.. jadi saran Q –> bagi yang periksa ke dokter dan diminta uji lab, sebelum didiagnosa sesuatu, hasil lab adalah hak pasien dan begitupun rekam medisnya dan pasien berhak meminta.. tapi di kasus ini, bu Prita terlihat tidak mendapatkan haknya dalam mendapatkan hasil rekam medisnya..

    @angga: makasi..makasi.. kita juga harus angkat bicara dari sisi kita sebagai calon apoteker,ngga.. sebenarnya tau gak lemahnya posisi bu Prita? beliau buta hukum, jadi beliau menyerahkan ke kuasa hukumnya.. Andai beliau tau kalo keluhannya ke RS OMNI bisa ditindaklanjuti bahkan menuntut ulang, karena rekam medis adalah HAK pasien.. disini juga ada pelajaran buat Qta, kita harus mengetahui sedikit tentang hukum, supaya hukum tidak mempermainkan kita..

    @yoka: amin.. hehe, gw lagi gonta ganti skin nih.. :p

  5. lagi hot yah masalah ini…semoga yang benar yang menang…amin…

    dan jangan sampai nila setitik rusak susu sebelangga…

    @ oca : gua kira tadi salah buka ca…(kirain ini blognya chendra…habis mirip banget sih…skinnya…:p)

  6. wah ikut bahas juga neh…keren bahasnya, semoga aja yg menang ibu prita, soalnya kalo yg menang RS Omni bisa bahaya dunk, nulis email ke teman malah nyasar ke penjara..hiihihi

  7. Bersyukurlah dek,jadi kalo ada kasus apa2 apoteker jarang diminta bertanggung jawab :p,soalnya yg malpraktek kan dokternya ceunah..

    Untuk bu prita yg ngaco dan gak punya perasaan adalah kejaksaannya nih,make ditahan segala.Waktu diperiksa polisi bu prita tetap dijadikan tersangka tp tidak ditahan karena kooperatif dan punya anak kecil,tetapi pas dilimpahkan ke kejaksaan entah tiba2 bu prita ditahan.

    Tetapi yg dikhawatirkan adalah seperti mas eko bilang,bagaimana kalo RS Omni nanti menang di pengadilan…hmm smg malprakteknya terbukti amiin

    Btw udah gak pake “Q” lg dek tp “saya” yah ??hehe

  8. @mas eko: setuju mas eko! katanya kita bebas beropini sesuai pasal 28 di UUD 1945.. tapi mana? masa’ ngomong gitu aja digugat.. lagian lucu juga pas saya nonton berita sore ini, direktur RS OMNI bilang “kami tidak bisa memberikan rekam medis yang menyatakan trombosit bu prita 27.000 karena hasil lab belum pasti”…
    berdasarkan logika aja itu sudah nonsense! mana mungkin ada tindakan medis tanpa alasan atau bukti lab?? kalo gitu, sama aja perkataan bu direktur menjatuhkan wibawa RS OMNI sendiri.. Masa hasil lab yang gak bener malah dijadikan suatu pegangan untuk melakukan tindakan medis bahkan rawat inap? sangat tidak elegan sekali.. bukankah dokter=profesi dan memiliki etika keprofesian? aneh,ckckck.. kalo aja bu Prita tau injeksi yang disuntikkan ke tubuhnya,wah, bisa dianalisis tuh, emang karena perlu injeksi atau semena-mena ngasi obat..

    @mas bejo: saya tidak menyalahkan semua dokter2 Indonesia tapi saya menyalahkan SISTEM yang tidak benar dalam manajemen rumah sakit kita.. saya pikir tidak jarang, karena saya juga mengenal dokter-dokter yang baik dan manusiawi.. oleh karenanya mas bejo, SISTEM kita itulah yang harus diperbaiki.. boleh kita kecewa tapi secepat mungkin juga kita benahi.. ^^

  9. IKUT KOMENTAR AHHH… INILAH WUJUD AROGANSI DOKTER-DOKTER INDONESIA…LIHAT DILUAR NEGERI MEREKA DENGAN PASIEN SANGAT RAMAH DAN JIKA PERLU MENDATANGI KE RUMAH….TAPI DI INDO MALAH LEBIH KAPITALIS. SEMUA DI UKUR DENGAN UANG BUKAN KEMANUSIAN. MEMANG ADA DOKTER YANG MEMILIKI JIWA KEMANUSIAAN TINGGI…TAPI ITU JARANG…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s