Si faktor X


Q percaya siapa yang berusaha akan menerima apa yang diusahakannya. Q percaya setiap upaya akan dibalas setimpal olehNya. setimpal= tidak berlebih dan tidak kurang. Orang bilang kerja keras adalah 99% dan faktor X (kuasa Ilahi) adalah 1% tapi Q berpikir berbeda.. Faktor X dan kerja keras sebanding 50:50 atau 1:1. Seringkali Q merasakan dan mengalami, ketika berusaha keras tapi tetap saja tidak mendapatkan hasil.. tapi bukan lantaran dengan demikian Q berputus asa dan menyerah, sama sekali bukan..

Q percaya setiap sesuatu pasti telah ditakdirkan. Misalkan ada lomba A, ketika ditakdirkan menang maka Qt akan menang tapi ketika tidak ditakdirkan maka Qt gak akan menang. Ataupun ketika mencoba menggapai sesuatu, jika memang sesuatu itu adalah takdir Qta, maka Allah akan senantiasa mempermudah jalan menujunya tapi jika bukan maka ada saja kesulitan atau hambatan yang menerpa. Tapi bukan berarti Qta lalu lantas menyerah dan menyalahkan takdir jika sesuatu tidak terjadi, sama sekali bukan takdir menjadi alasan.

Analoginya jika kerja keras adalah 50% maka yang wajib Qta upayakan adalah 50% ini. Dengan berbagai cara (yang halal dan baik tentunya ;)) Kalo ternyata upaya Qta hanya 30% walaupun faktor X mendukung sampai 50%, hasil yang Qta dapatkan tetap tidak maksimal.. Begitupun jika Qta sudah berupaya total sampai 50% tapi ternyata faktor X hanya mendukung 20% maka yang Qta dapatkan juga bukan apa yang Qta inginkan tapi hasil yang berhak Qta dapatkan (kok jadi rumit yah? :p).ย  Karena hasil pada dunia seorang insan sama dengan ikhtiar dan doa. Tanpa ada keseimbangan dari keduanya maka hasilnya tak akan maksimal.

15 thoughts on “Si faktor X

  1. ttg takdir teringat suatu hadist : yang bunyinya seperti ini
    “segala sesuatu ada hakikatnya. seseorang hamba tidak akan sampai ke hakikat iman sehingga dia mengerti bahwa apapun yang luput daripadanya memang bukan sesuatu yang menjadi bagiannya dan apapun yang menimpanya bukanlah sesuatu yang salah sasaran sehingga mengenainya”

    iya.. setiap orang memiliki takdir masing-masing.. yang bisa kita lakukan adalah mengusahakan yang terbaik dan semoga mendapatkan yang terbaik juga untuk kita ^^

  2. yupi pa๐Ÿ˜‰ sa lagi ngomongin yang fenomena duniawinya… bagaimana sosok manusia mencapai qadar dari qadha yang ditulisNya..

  3. Takdir itu tidak semuanya mistery, atau hanya Tuhan yang tahu, tapi sebagian besar terutama yang duniawi – ada fenomenanya, itu dapat diukur. Yang kita tidak tahu adalah Qadla’ Tuhan – apa pilihan putusan yang dibuat Tuhan, itu memang kita nggak tahu. Yang tahu hanya Tuhan sendiri

  4. wa’alaikumsalam warahmatullah,ka..
    iya kamu nyambungnya, itu sudut pandang mengenai takdir yang kita dapatkan.. dan di sini mbak menuliskan bagaimana mendapatkannya..๐Ÿ™‚

  5. Assalamualaikum mb, diskusi menarik ,,
    sukses atau gagal suatu keinginan juga tergantung paradigma kita, jika kita dapat mengambil hikmah dari segala hasil yang kita peroleh, maka kita lah pemenang. sebab hikmah sangat langka dan tidak semua orang menyadarinya…….
    nyambung gak ya mb???

  6. mm.. ide bagus kak๐Ÿ™‚
    sebenarnya analogi yang sama dengan persamaan yang berbeda๐Ÿ™‚

    kalo disederhanakan, persamaanku:
    pencapaian target= (usaha/ikhtiar) + faktor X (kuasa Ilahi/ rahmat Allah)

    kalo dianggap pencapaian target maksimal=1, aku menganggap masing-masing variabel punya bilangan maksimal 50% atau 1/2, dengan kata lain 1 = 1/2 + 1/2..
    jika seorang mukmin, pencapaian 1/2 dari variabel faktor X akan semakin dipermudah yaitu pencapaian nilai akan lebih besar dibandingkan nonmukmin.. untuk mencapai benar-benar 1 adalah hal yang sulit karena pasti Qta akan sukses besar.. dan 1 itu bukan angka yang mutlak kok..

  7. Baru sempet blogwalking..:).

    Untuk diskusi macam ini sepertinya perlu dikaitkan dengan sifat prerogatif rahman dan rahim Allah SWT, tidak semata konsep takdir ya.

    dengan sifat rahman ya setiap manusia(mukmin dan non mukmin) diberi kesempatan berusaha untuk meraih keberhasilan duniawi yang terukur (ekonomi,olahraga,teknologi dll).Beruntung bagi orang mukmin karena janji pahala dan surga hanya bagi mereka ,mengingat sifat rahim Allah,tp toh ini juga tergantung amalan mereka didunia.

    so..bagaimana kalo gini
    pencapaian target=(managerial+usaha keras) x rahmat Allah ya sama sih dengan ikhtiar.

    work hard,being fun,lillahi ta’ala ,make history..

    sukses sidangnya

  8. mm.. analogi yang mas gunakan itu berbeda dengan analogi yang Q maksud.. Sebenarnya tau 10% atau berapa %pun angka yang mas sebutkan, itu bukan hak manusia untuk menilainya.. Qta gak pernah tau takdir mana yang terbaik buat kita.. menurutku, cuma Allah yang berhak menentukan.. tau darimana usaha sudah maksimal? tentu menurut manusia bukan? kalo menurutNya belum maksimal gimana?
    ya aku setuju dengan pendapat mas.. setiap kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, oleh karenanya kita harus selalu berusaha

  9. Ada kasus gini,ada suatu project,aku ngajukan “hasil” misal:”100″,eh..Malah ditolak dan cuma dikasih “10”,padahal usaha sudah maximal,kmana yg hasil “90”?Sebenarnya yg 90 tetap kita dpt tp cuma ditunda,padahal project itu kita kerjakan dgn jujur,kualitas kerjaan bagus,tepat waktu,meski hasil cuma 10,tp orang lain pada tahu kita,orang lain pada percaya kita sehingga orang lain kasih orderan ke kita yg lebih banyak dan bahkan melebihi hasil “90”.Makanya ada istilah kegagalan adalah kesuksesan yg tertunda,kalau kekuatan spiritual berupa ikhlas,sabar,syukur,kerja keras,kerja cerdas,berprasangka baik ma 4jj1 bahwa 4jj1 gak bakal dholim itu kita pegang kuat.

  10. Menurut pemikiranQ faktor X ini masuk dalam kategori rejeki yang nomor 2,mas..๐Ÿ™‚

    ada keseimbangan antara usaha dan faktor X.. Memang semuanya harus 100% masing-masing ini tapi di sini aku menganggap variabel akhir adalah 1 yaitu takdir yang menjadi hasil Qta.. jadi antara usaha dan faktor X berperan dengan porsi yang sama yaitu 1/2 : 1/2.. dalam hal ini aku menulisnya 50% : 50%, begitu mas… sebenarnya pemahamannya sama tapi cara penyampaiannya berbeda๐Ÿ™‚

  11. Rejeki atau hasil terhadap suatu usaha itu menurut pemahamanku ada 3 jenis dik :

    1. Rejeki yang dijamin
    Cth : kita gak minta dikasih makan, tetap aja bisa makan, kita gak minta pakaian tetap aja bisa berpakaian, gadjah yg gemuk gak minta makan tapi tetep aja bisa makan.
    Alloh gak bakal dholim terhadap makhlukNYA.

    2. Rejeki yang digantungkan
    “Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut mau mengubahnya”.
    Kita sebenarnya dijatah satu drum rejeki tapi klo malas2an cuma ngambil satu gelas ya dikasih satu gelas, tapi klo dijatah satu gelas meskipun mati2an tetap aja dapat satu gelas karena sudah ada jatahnya.

    3. Rejeki yang dijanjikan
    “Barang siapa yang syukur, Dia akan menambah nikmatnya, barangsiapa yg kufur, Dia akan memberi adzab”.
    Ada seseorang yg sederhana hidupnya tapi kok bisa ngasih beasiswa, bisa ngasih makan orang banyak, bisa kuliahkan anaknya keluar negeri, bisa haji berkali kali dll, karena meskipun jatahnya satu gelas tapi ada pancuran mata air rejeki di atasnya yang gak pernah kering, sehingga meskipun gelas tersebut penuh tapi luberannya kemana-mana yang bisa dinikmati orang lain. SYUKUR kuncinya.

    So…..jangan melihat sesuatu dari hasilya, tapi lihatlah dari proses untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Sudah benar belum prosesnya. SABAR klo belum sesuai keinginan SYUKUR klo sudah sesuai keinginan. Faktor-X itu 100% alias maksimal dan usaha juga 100% maksimal.

    Tumben aku kasih komen panjang gini, he2x๐Ÿ™‚ , tapi klo ada keliru silakan dikoreksi. maklum baru belajar hakikat hidup dik.๐Ÿ™‚

  12. faktor X tu yang menjadi kuasa Ilahi (postingannya udah kuralat)..
    bagiQ, berdoa tu salah satu upaya Qta supaya faktor X ini cepat menjadi 50% ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s