Farmasis, dimanakah dirimu?


selama sebulan ini farmasis, tepatnya apoteker dilanda oleh dua fenomena yangmenggelitik nurani, yaitu puyer dan ponari.. sama2 berawalan p dan sama2 mem(P)ertanyakan keberadaan a(p)oteker…hwaa

fenomena puyer… masyarakat bertanya-tanya apakah puyer masi relevan digunakan dalam penggunaan sehari-hari.. padahal sejak Q kecil, pemakaian puyer ini biasa di masyarakat karena puyer tu paling cocok buat anak-anak kecil yang belum bisa menelan tablet,kaplet n kapsul.. trus kenapa baru sekarang dipertanyakan? apa gara2 masalah higienisnya itu? mm.. kalo apoteker yang megang sih, kayaknya gak akan terjadi deh.. kan di kuliah udah pernah diajarin dan jadi mata kuliah wajib tentang pembuatan obat.. apotekernya pada kemana donk kalo gitu? farmasis ato apoteker juga belajar tentang inkompatibilitas (cocok n gak cocok obat-obatan kalo dicampur pemakaiannya) obat, jadi gak mungkin sembarangan ngasi obat.. apalagi sekarang ada kompetensnsi apoteker..

fenomena ponari,,jheaa,, aneh2 aja.. melecehkan ilmu pengetahuan banget gak sih? di satu sisi bisa sim salabim nyembuhin orang, di sisi lain farmasis yang belajar obat2an sampe 2 tahun malah gak dianggep.. kalo dibilang gara2 obat mahal> kata siapa?obat generik tu murah kok, ada obat serba seribu juga, katanya biaya pengobatan tu mahal> kata siapa juga? sekarang kan ada askeskin jadi bisa berobat dengan ditanggung negara.. jadi apakah masyarakat yang gak mengerti ataukah potret kesehatan kita yang buruk?ckckck…

lalu, farmasis, mana suaramu???

7 thoughts on “Farmasis, dimanakah dirimu?

  1. masyarakat masih perlu informasi yang lebih tentang program kesehatan gratis dari pemerintah.
    obat itu jauh lebih aman dibanding ponari asalkan sesuai aturan.

  2. @imuz (superkecil) : hoho, kalo ngomongin farmasis jadi pengen serius.. lumayan.. bagi2 ilmu😉

    @astri (gruunliebe) : sama2 stri🙂 Q juga masih dalam tahap belajar kok..

  3. iya kak, mungkin publikasinya kurang heboh… orang kan mengerti kalo merasakan n melihat sendiri..

    hoo,, iya kak, emang ada di daerah tawangmangu, pusat tanaman obat.. kalo misalnya mau identifikasi tanaman juga biasanya kesana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s