masi perlukah apoteker di Indonesia?


sekitar seminggu yang lalu saya melihat pertanyaan ini di milis ISMAFARSI lalu berpikir “ih,retorika banget sih pertanyaannya!males banget jawabnya”

trus sore ini melihat perkembangan diskusi yang ada, eh malah jadi gatel mo ikutan diskusi juga,hihi..

masi perlukah apoteker di Indonesia?? MASI PERLU BANGGEDlah..

siapa pihak yang mencari obat buat penyakit2 yang belum ada obatnya di dunia? siapa pihak yang menjelaskan secara panjang lebar tentang efek obat ke pasien? siapa pihak yang akan menyarankan ke dokter mengenai obat yang rasional untuk pasien? siapa pihak yang berpikir dan memberikan solusi dalam hal pembuatan sediaan obat agar acceptable ke pasien? apoteker donk.. hihi,, banyak banget kan alasan kenapa apoteker tu perlu,,

melihat apoteker/farmasis jangan cuma nengok yang ada di apotek ato rumah sakit aja tapi lihat juga di lembaga penelitian or industri farmasi.. saat ini ada perkembangan up 2 date tentang farmakogenomik ato human genome project ato biopharming.. menurut saya pekerjaan apoteker adalah proses yang panjang, tidak hanya di bagian dispensing dan pharmaceutical care aja tapi juga tahap drug discovery n development (baik dari senyawa alam atopun sintetik), uji farmakologi dan toksisitasnya, produksi obatnya (bisa sintesis ato biopharming ato mengekstraksi senyawa dari tumbuhannya), sampai teknologi pembuatannya (transdermal,dkk).. nah, perlu ato tidaknya apoteker tergantung cara si farmasis membidik posisi dimana ia bisa berperan,, mungkin tenaga kefarmasian pada masa lalu terfokus pada pelayanan kefarmasian padahal bidang2 dimana farmasis bisa berperan  masi banyak,seperti yang saya sebutkan di atas.

sebagai calon apoteker, kita (bagi yang lom lulus S1 dan profesi ) harus melihat prospek dan keadaan apoteker dan dunia perobatan di Indonesia,bahkan dunia! dengan begitu kita bisa melihat dimana posisi kita dan melakukan hal2 yang bisa bermanfaat sesuai posisi kita itu ^^

tetep mengupgrade diri dengan melihat perkembangan sekitar serta jangan lupa untuk turun ke masyarakat awam untuk mensosialisasikan pharmaceutical care, saya pikir adalah langkah yang bijak untuk terus mengeksiskan dunia farmasis kita

pharmacist

farmasis punya banyak bidang yang bisa ditangani dengan tangan2 Qta ^^

9 thoughts on “masi perlukah apoteker di Indonesia?

  1. hahaha…. jadi enak masih inget sama jawabannya,nih, mas fajar😀
    lagian tiap tahun selalu ada yang bertanya kayak gitu sih.. jadi gatel pengen jawab tapi dengan cara yang berbeda..

  2. sip mbak! tu PP Kefarmasian kita? udah nyampe presiden nih ceritanya? semoga cepet2 distujui.. amin..

    oiya apoteker juga ada loh di lembaga penelitian😉

  3. setuju banget niy… tapi dimana apoteker saat dibutuhkan oleh pasien berapa persen yang ada di apotek dan rumah sakit,dan di industri farmasi?… apoteker hanya ada di dapur sebagai ibu rumah tangga? ayo… sudah waktunya pharmasist bangkit kalo bukan dari kita siapa lagi… kita berharap rekan2 yang ada dipemerintahan dapat mengakomodir ditandatanganinya PP yang baru tentang Apoteker yang sudah dipersiapkan ISFI yang ada di meja presiden

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s