Menikmati BigBadWolfBooks 2017

Kemarin akhirnya saya ke event ini juga. Hallnya luaasss banget dan bukunya makin banyak (gak seberagam tahun lalu). Berikut review dan tips kalau mau ke BigBadWolfBooks tahun ini ya.

Yang bikin seru adalah:

  1. Buku berbahasa Indonesia dan agama makin banyak, seperempat hall sendiri. Buku-buku referensi makin banyak dan bagus. Saya dapat siroh nabawi, sejarah senjata dan perang dalam Islam, dan ensiklopedia lainnya kurang dari 85ribu. Selain itu, cerita anak-anak, buku aktivitas, mulai dari 2.500 ­čśÇ Jadi kalau yang punya balita jangan yang bahasa inggris aja, di bagian anak-anak yang bahasa Indonesia juga banyak ­čÖé Buku cerita princess2 Islami biasanya 75-80 ribu disana hanya 15ribu. Pintar-pintar milih mana yang perlu untuk anak-anak kita. Oiya, novel-novel untuk remaja dan dewasa pun lebih banyak. Puzzle-puzzle banyak banget, satu meja sendiri. Waktu punya batita, semua bisa saya ambil LOL, sekarang udah bisa pilih mana yang anaknya suka, mana aktivitas yang perlu dan susah dapatnya (dengan harga murah :p) di toko buku.
  2. Buku masak-memasak surga bangetlah, tapi karena kebanyakan bahasa Inggris dan lidah orang rumah adalah Indonesia, saya ambil versi masakan Indonesia aja yang kecil dan praktis. Tapi kalau suka baking, bikin bisnis atau suka masakan luar, baguusss banget bukunya
  3. Buku arsitektur bagus-bagus, buku fotografi buaguusss (kemarin lihat dibandroll 300-500ribu)
  4. Novel-novel klasik banyak! Yang suka novel berbahasa inggris masih banyak kok
  5. Buku-buku bagus yang pernah diintip di IG BBW atau webnya kebanyakan udah RAIB kemarin (bukan hanya buku anak). Catatannya, saya kesana sudah tengah hari ya, mungkin yang datang pagi bisa dapat. Info dari petugas, setiap hari hanya 2 truk yang datang dengan buku baru.
  6. Bagian anak-anak (dalam bahasa inggris) makin luas, mulai dari buku referensi, buku bergambar, buku aktivitas, dongeng klasik, buku untuk preschool dan sebagainya. Ini sepertiga hall sendiri. Nah bagian buku ini saya hanya incar di buku aktivitas. Buku cerita klasik masih banyak banget. Buku cerita masih banyak banget, apalagi kalau suka princess dan cerita di channel Disney Junior. Saya mencari buku spiderman,cuma sisa 1 jenis, yang school kit, gak jadi saya ambil karena anaknya gak suka tipikal aktivitasnya. Alhamdulillah tahun lalu sibuk ngeborong buku referensi, gak menyesal di tahun ini banyak yang gak ada. Paling gak saya ingin melihat buku-buku yang dulu saya beli masih ada (pertanda bahwa akan banyak orang tua membeli yang sama). Buku-buku bagus (menurut saya) banyak yang sudah habis, tentu kalau tau di hari presale banyak sekali jastip-jastip beredar. Poin plusnya teman-teman yang jauh mendapatkan buku-buku anak yang bagus-bagus dan ada yang membelikan. Poin minusnya, ini tuh jastip membuat gemes, mereka memborong (hampir) semuanya! Saya mendengar ada yang belanja sampai 70 juta, siapa lagi kalau bukan jastip ya. Hal ini bikin gemas, BBW kan event supaya orang dapat buku bagus, kalau mau borong, kenapa ga jadi distributor sekalian. Kenapa harus mengambil kesempatan orang tua-orang tua yang membeli satu atau dua. 2 meja soundbook sudah berganti picturebook semua, artinya? diborong. Kalau gak ada yang mesan, masih bisa laku dijual kembali. Sedih ya. Sebagai pecinta buku, buat saya ini menggores arti kesenangan terhadap buku. Tega banget menurut saya kalau menghabisi tanpa sisa. 1-5 buku bolehlah tapi tumpukan buku habis itu kejam ya. Tahun lalu buku seharga 30.000 banyak sekali, tahun ini buku-buku aktivitas yang bagus dibandroll 50.000 ke atas, baru hari ke-2 loh, presalenya habis-habisan diborong. Bahkan pegawai sana pas anterin barang ada yang cerita “saya anterin kayak mau buka perpus di rumah bu” (masnya ga ngerti jastip soalnya).
  7. Semua pegawai baru dan unyu-unyu. Ramah-ramah dan suka menolong tapi kalau udah menyangkut antrian di kasir, kalah sama yang egois. Kemarin pas antri tiba-tiba ada yang nyelonong gak diapa2in (gemes ih), pas mau disalip kedua kalinya jurus emak-emak saya keluar deh, baru didahulukan (PR orang Indonesia banget nih budaya mengantri). Untung ngantri ga nyampe 15 menit ya, gak kebayang yang kemarin ngantri 4 jam dan melihat jastiper memborong banyak kayak gimana perasaan saya (#eh curcol lagi). Udahan deh curcolnya :p
  8. Di luar hall ada banyak booth2, mulai dari informa, bosdyshop (diskon 25%), dan telkomsel. Bahkan ada TIKI kalau mau kirim-kirim.

Tips-tipsnya:

  • Tentunya jangan lupa bawa jaket karena dingin banget (mana kemarin hujan), bawa bekal terutama kalau bawa anak-anak. Disana ada foodtruck tapi MAHAL! (porsi sedikit harga tinggi,huhuhu) Makanannya ga pas di lidah anak-anak, kalau suka roti bakar sih ada. Bersyukur saya ga bawa anak-anak karena dingin banget, bisa-bisa diteriakin lapar terus :p Kemarin 4 jam disana dan sudah dengan perut penuh, makan lagi disana, tetap laper pas keluar ­čśä
  • Ruang solat hanya 1 ada di lantai 2, bawa mukena sendiri ya. Tempat wudhunya campur jadi tricky antri wudhunya.
  • Oiya kalau mau menukar fiestapoin weekdays perlu 250 fp kalau weekend 500 fp. Karena ngincer fast-track┬áaja jadi saya ga ambil, ternyata emang gak perlu-perlu banget hihi.
  • Tetapin budget dan sortir buku sebelum keluar
  • Kalau borong buku-buku Indonesia, di struk hanya bertuliskan “Open Book” nah ga bisa cek ricek deh. Saya kemarin beda 40ribu tapi ga bisa ricek karena belanja banyak dan ga ngerti mana yang beda (harga buku-buku mirip), kalau yang bahasa Inggris, per judul keluar di struknya jadi aman. Harga segitu bisa dapat novel lagi atau buku aktivitas kan (mamak ga mau rugi).
  • Mas n mbaknya masih unyu2 dan pemula jadi jelas ga cepet dalam hal masukkin harga buku dan masukkin barang, begitupun dengan bawa-bawain barang. Jangan punya ekspektasi untuk dilayani seperti di swalayan yang gerakan tangannya bisa ajaib “set-set” udah beres. Sayangnya di event besar kayak gini dan pengunjung yang sangat membludak, kasir-kasir dan porternya gak tanggap, bisa kejadian seperti di hari pertama.
  • Untuk yang bawa mobil ga perlu bawa koper tapi kalau pake taksi ┬ábolehlah untuk bawa-bawa dari taksi ke rumahnya. Disana ada porter yang siap bawain (pake trolley juga tentunya) sampai ke teras kok. Untuk trolley harus ditinggal (kalau bawa sendiri) ketika keluar hall.
  • Kabar terbaru,setiap hari hanya 2 kontainer yang datang. Pilah pilih waktu berkunjung menjadi poin utama kalau mengincar buku favorit.

Sekian reviewnya, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dan tidak ada foto-foto karena saya book lover, disana langsung menyortir buku-buku inceran ­čÖé

Kisah si Cilik (1)

Fatih: Ma, menyusui mudah atau sulit?

Saya: Ada susahnya ada gampangnya sih, bang. (sembari lalu)

Fatih:…..

keesokan harinya

Fatih: Ma, menyusui mudah atau sulit?

Saya: (kayaknya ada yang ga puas nih) Susah-susah gampang,bang.

Fatih: Kok mama mau nyusui abang?

Saya: ya iyalah, abang kan anak mama

Fatih:…..

sore harinya

Fatih: Ma, menyusui mudah atau sulit?

Saya: (oke,udah 3 kali,beneran ini jawabnya, tapi bingung)….

Fatih: Ma, menyusui mudah ya?

Saya: ada sebagian orang yang menyusuinya mudah, bang, ada sebagian orang yang perlu perjuangan untuk menyusui.

Fatih: Kalau mama?

Saya: Ada sulitnya juga sih bang

Fatih: Kok mama mau padahal kan sulit?

Saya: Iya,bang, kan mama sayang abang. Sama kayak mama lainnya, pasti mau ngasih yang terbaik buat anaknya walaupun sulit

Fatih:(terdiam lama) Abang sayang mama (peluk)

Saya: Mama juga sayang abang (peluk) *speechless*

Lama-lama saya mikir juga pertanyaan ini. Pertama, menyesal ga memberikan jawaban yang langsung memuaskan anak ketika ditanya pertama kali. Kedua, sebenarnya dia mikir apa sih sampe kepikiran banget gitu, ini pertanyaan sebenarnya diulang sampai 5 kali loh. Ada 2 momen saya menjawab jawaban yang sama dan dia ga puas makanya ditanyakan lagi. Kalau jawaban panjang-panjang ya dia keburu main. Semoga di pertanyaan selanjutnya mama bisa menjawab dengan lebih baik ya bang :-*

Berlomba-lomba untuk apa?

Saya mungkin termasuk ibu-ibu yang suka dengan media sosial dan ikut grup parenting sana-sini, berbagi informasi, mencari tau info parenting atau berharap mendapatkan teman senasib dengan mahmud (mamah muda) lainnya terkait persoalan anak dan keluarga. Namun sayangnya masih ada sebagian (jika tidak bisa dibilang banyak) yang menyebabkan atmosfer di grup atau media sosial menjadi agak negatif bahkan melukai perasaan orang lain sehingga orang tersebut tidak nyaman berada dalam atmosfer tersebut dan memilih untuk mencari suasana lain, left group misalnya.

Saya melihat┬átopik mengenai menyusui dan tidak menyusui (saya tidak akan bilang versus karena rasanya ini bukan hal pro dan kontra), ibu bekerja dan ibu tidak bekerja, mpasi rumahan dan mpasi┬ápabrikan, homeschooling, sekolah formal, dan┬ásekolah alam, pendidikan ala indonesia dan pendidikan ala luar negeri (Finlandia, Jepang, China, Prancis, dll sebut saja yang menjadi trend topic sekarang)┬áserta┬áLDR dengan suami dan tinggal satu atap, menjadi isu-isu hangat yang dibicarakan hampir di sebagian besar grup ibu-ibu dan kadang jadi terbawa perasaan ­čśä

Namun tak lepas pula dari isu tersebut adalah sebagian orang yang merasa benar lalu merasa berhak menghakimi ibu dan keluarga lainnya. Padahal kalau diperhatikan, fase-fase yang dibicarakan belum lagi terlewat. Apakah boleh kita menyombongkan kita begini atau begitu? Keberhasilan apa yang hendak kita buktikan ke orang-orang? Lantas saya menyadari ada yang salah dengan cara kita beropini. Kita lupa (reminder buat saya juga), setiap orang memiliki pilihan masing-masing. Kita sama-sama manusia dewasa dan kita memiliki hak untuk memilih, sama halnya dengan memilih suami, memilih pekerjaan, memilih tempat tinggal dan sebagainya. Tentu saja lingkungan saya berbeda dengan anda, sifat saya berbeda, tantangan berumahtangga, dan semua situasi kondisi setiap orang berbeda. Tujuan utama kita hanya satu, bisa melewati halangan dan rintangan, memiliki keluarga yang harmonis, anak-anak dibesarkan dengan baik. Bukankah lebih enak dan nyaman rasanya bahwa setiap keputusan dikembalikan lagi ke masing-masing individu tanpa harus nyinyir berpendapat? Atau mungkin kita sebagai ibu harus belajar lagi tentang tenggang rasa dan empati yang kelak akan kita gaungkan di telinga anak-anak kita. Yuk, saling menggenggam, menyemangati, semoga apapun yang menjadi tantangan kita bisa kita hadapi dengan saling support satu sama lain.

 

 

Tips Toilet Training

Saya memiliki dua pengalaman toilet training dengan dua anak, beda karakter, beda sifat yang nantinya akan berbeda dalam pendekatan untuk toilet training. Berdasarkan pengalaman saya itu, saya coba berbagi dengan kalian para pembaca ya ­čÖé

Tips Pertama, kenali volume urin anak, apakah anak kita termasuk yang heavy pee (urinnya banyak) atau light pee (urinnya sedikit). Di pengalaman saya, anak dengan volume urin lebih banyak akan memiliki waktu lebih lama dibandingkan yang sedikit. Ini akan mempengaruhi jam tatur ke kamar mandi, pengaturan minum susu, dan jam tidurnya. Akan saya ceritakan belakangan ya.

Tips kedua, sediakan celana dalam yang banyak, minimal 1 lusin. Saya pernah menggunakan clodi tetapi anak-anak saya memiliki kulit yang sensitif jadi mudah merah jadi langsung saya skip. Saya pernah juga menggunakan training pants tetapi ternyata lapisan training pants hanya tipis di bagian alas saja jadi untuk anak yang urinnya banyak sama saja bocor juga selain itu celana dalam jauh lebih murah dari training pants ya, lumayan hemat jadinya. Untuk anak yang urinnya sedikit, training pants biasanya hanya basah dan lembab ketika anak berkemih sehingga kita sebagai orang tua tidak sadar, bisa terjadi ISK (Infeksi Saluran Kemih) juga.

Tipe ketiga, sediakan waktu yang banyak di rumah. Untuk ibu bekerja, pilih waktu TT ketika mengambil cuti,minimal seminggu. Selama waktu TT saya juga tidak bepergian kemanapun. Hal ini akan mempermudah prosesnya, sebagai ibu kita tidak dikejar-kejar waktu dan anak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mahir berkemih ­čÖé saya percaya kemampuan berkemih merupakan salah satu skill untuk manajemen diri.

Untuk informasi, anak pertama saya waktu TT efektif selama 1 bulan, 1 minggu full ditatur setiap jam, ketika sudah terbiasa saya tingkatkan per 2 jam pada minggu kedua. Ternyata di minggu berikutnya anak saya tidak bisa per 3 jam, maka waktu berkemihnya adalah tiap 2 jam. Saya dan papanya mengusahakan dia terbiasa ditatur setiap 2 jam bahkan ketika tidur malam. Anak pertama saya terbiasa tiap 2 jam di minggu keempat. Setelahnya ketika kami bepergian,setiap 2 jam saya akan mengingatkannya untuk berkemih. Repot tapi seru.

Beda halnya dengan anak kedua saya, waktu efektif TTnya hanya 1 minggu. Banyak hal yang memudahkan kami sebagai orang tua, diantaranya kami menemukan anak kami tidak berkemih di malam hari yang ditandai dengan popoknya kering sepanjang malam. Saya perhatikan selama seminggu berturut-turut anak kedua saya tidak minum susu pada malam hari (tidur sepanjang malam) dan tidak terbangun untuk berkemih. Saya mengambil cuti atau menentukan libur panjang (tanggal merah berderet dengan sabtu-minggu) untuk memulai TT. Awalnya saya menetapkan tiap 2 jam ternyata anak ini bisa sadar lebih cepat ketika ingin berkemih. Prosesnya jauh lebih lancar dan hanya 3 hari sampai dia benar-benar mahir menentukan waktu ke kamar mandi.

Tips keempat, lepaskan pospak sama sekali! Hal ini juga yang menyebabkan waktu TT si adik lebih cepat daripada abang. Abang masih dipakaikan pospak di malam hari jadi inkonsistensi saya itu menyebabkan tubuhnya lebih lama beradaptasi untuk berkemih dengan sadar. Selain itu ketika benar-benar tidak pospak, kejadian mengompol akan lebih sedikit. Surprisingly, adik malah tidak mengompol.

Tips kelima, libatkan pasangan dan orang-orang di rumah. Pekerjaan ibu di rumah tentunya sangat banyak sedangkan seperti saya sebutkan di atas, anak diberikan waktu seluas-luasnya untuk menentukan kapan dia siap atau tidak. Alhamdulillah suami dan mbak asisten di rumah memiliki kesepakatan yang sama sehingga proses TT menjadi lebih cepat. tips kelima ini sangat penting apalagi ketika si ibu bekerja ya seperti saya.

Tips keenam, selalu berikan apresiasi kepada anak jika dia bisa berkemih tepat waktu. Biasanya saya berikan tepuk tangan, kadang jingkrak (iya ini lebay) atau tos sepanjang masa TT. Anak menjadi semangat dan merasa dia berhasil melakukan suatu hal yang penting.

Ada tips juga nih mama papa untuk kesiapan BAB di kamar mandi

Tips pertama, sediakan potty trainer yang lucu dan menarik. Hal ini untuk mengenalkan ke anak bahwa bentuk yang seperti itu adalah untuk BAB. Ketika anak belum mau BAB dengan lepas pospak, ajak anak untuk BAB di potty trainer. Ada sebagian anak yang tidak suka dengan potty trainer dan lebih suka BAB di WC jongkok kayak anak pertama saya. PRnya adalah kita harus memegangi badan anak yang tidak ringan ya,hehehehe. Untuk anak batita tentu lebar WC jongkok melebihi kemampuan kakinya, disitulah kita membantu.

Tips kedua, berikan semangat ketika anak akan BAB. Awalnya saya rasa “ah ini berlebihan” ketika melihat suami saya melakukan itu. Sama seperti supporter bola,disemangatin bahkan kita juga bersuara “ngeden” ketika anak sedang berproses. Konyol memang tapi ini sukses kami terapkan di kedua anak kami. Proses TT untuk BAB jauh lebih cepat dibandingkan BAK ­čśÇ Mungkin mama papa juga bisa mencobanya. Jangan gengsi tapi ya ­čśä

Tips ketiga, pegang tangan anak selama proses BAB. Dengan memegang tangannya, ketakutan, jijik dengan kotorannya, gelisah,dan sebagainya bisa mengalirkan ketenangan ke anak kita. PR banget sih ya tapi ngaruh banget banget buat anak-anak saya. Selain itu dia jadi tau mama papanya selalu support dia dalam kondisi apapun. Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya percaya fase TT ini akan berpengaruh ke psikologis ke depannya.

Tips keempat sama seperti tips sebelumnya, berikan apresiasi jika anak berhasil BAB di kamar mandi atau melakukan sesuai instruksi kita. Akan ada saatnya anak sudah mulai terbiasa, apresiasi ini bisa kita hilangkan.

Tips kelima, slowdown aja dan banyak bersabar. Setiap proses tidak memakan waktu yang singkat, perlu kebesaran hati dan kesabaran bahwa ini semua bisa terlewati. Semangat ya para mama dan papa, semoga fase toilet training anak-anak bisa terlewati dengan baik

Salam sayang,

Mama 2 bocah cilik

Happy 8th Years my Blog

Hari ini wordpress memberi tahu saya bahwa saya sudah menulis menggunakan blog ini selama 8 tahun! Wow angka yang luar biasa. Semoga saya bisa aktif menulis lagi (dengan 26 draft yang belum tersentuh ­čść) di samping menulis artikel ilmiah dan bermain bersama anak-anak.

Dalam 8 tahun itu tentu 5 tahun terakhir angka kejadian menulis saya menurun karena kesibukan menjadi mama muda dengan dua anak balita. Semoga di postingan berikut-berikutnya saya bisa bercerita tentang apa yang saya alami dan rasakan di perjalanan menjadi ibu ya. Terima kasih sudah membaca ­čśś