*Belajar dari Sebuah Doa tak Terkabulkan*

•05/01/2010 • & Komentar

Ada kisah menarik berikut ini:


Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?
Aku sangat yakin bahwa akulah yang akan terpilih. ” Tuhan, biarlah diriku yang terpilih karena itu adalah anugerah yang terbesar dalam hiduku!” , begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang lain yaitu Christina McAufliffe.
Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam ?
Aku berpaling pada ayahku. Dan katanya: “Semua terjadi karena suatu alasan.”
Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? 73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak… dan menewaskan semua penumpang.
Saat itulah aku menangis, dan perasaan kesal dan marah kepada Tuhan hilang…yang ada adalah perasaan yang sangat bahagia dan tersanjung…bahwa Tuhan benar-benar sayang kepada diriku.
Aku teringat kata-kata ayahku: “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang….
Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Dari kisah ini, kita tau bahwa Allah mengabulkan doa kita dengan 3 cara:
1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta.
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang lain yang lebih sesuai untuk kita.
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendakNYA.

Firman Allah dalam Al Quran :
” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS 2:216)

Memang dalam kehidupan sehari-hari aku juga merasa seperti itu, untuk hal-hal kecil mungkin aku lebih cenderung untuk berbaik sangka tapi kalo kejadian yang terasa ‘penting’ (bagiku) kadang aku merasa, “kenapa aku tidak terpilih? Kenapa bukan aku? Bukankah aku juga memberikan yang terbaik yang aku punya? Padahal bla-bla-bla” dan mencari hal-hal dimana aku merasa lebih hebat (jangan ditiru yah) tapi setelahnya ternyata Allah memang memberikan jawaban bahwa setiap kejadian adalah pemberian yang terbaik dariNya. Jika aku tidak mendapatkan di satu kejadian maka Allah akan memberikannya di kejadian yang lain dalam bentuk yang lebih baik. Selain itu, dengan berbaik sangka, Allah akan memberikan hikmah yang luar biasa dan hal terindah yang tidak pernah kita duga sebelumnya..

“Happy New Year Everybody!!“

•01/01/2010 • 1 Komentar

Berusaha membuka mata dalam rangka menanti pergantian tahun, tetap saja mata ini terpejam juga,hahaha :p Memang yah, kalo gak bakat tidur malem,dipaksain tetep aja ketiduran akhirnya,heuheu..

Sudah setahun berlalu, mari bermuhasabah apa yang telah aku lalui, tak-tik-tuk-tak-tik-tuk *merenung mode ON* Alhamdulillah, apa yang telah direncanakan tercapai juga, walaupun bermain rahasia denganNya tapi pada akhirnya Ia memberikan ‘bocoran’ rahasia itu sedikit demi sedikit dan tak ada sikap lain selain mensyukuri apa yang menjadi ‘kado’ darinya pada tahun 2009 lalu. Mengenang 2009, sungguh perjalanan yang patut dirunut kembali, perjuangan yang tak hanya dari pikiran (berkutat dengan skripsi,red) namun juga dengan hati dan doa (only Allah n me who knew it :p). Perjuangan skripsi selama 6 bulan yang tidak sepi dipotong dengan berbagai event untuk publikasi penelitian, mulai dari PKMAI, PPRI, international symposium, dan GKI. Kalo dipikir-pikir berat juga yah tapi Alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan tak terbatas sehingga sebagian besar berhasil dilewatkan dengan sukses. Sungguh puji hanya untukMu, ya Rabbi, ya habibi, tanpa daya dan kekuatan dariMu, takkan mungkin hamba dapat melakukan semua itu sendiri. Dan semoga hamba termasuk golongan hambaMu yang pandai bersyukur,amin.

Membuka lembaran setahun yang lalu. Dimulai dengan Januari yang diwarnai dengan UAS trus persiapan dan perjalanan KKL ke Jakarta-Bandung selama 5 hari 4 malam, capek dan seru pastinya ^o^ kenangan dengan teman-teman FSI lengkap ada di sini semua. Takkan terlupakan deh, apalagi dengan bermain bersama di Dufan—konser di bus—berhasil mempengaruhi pak ketua yang fobia ketinggian buat naik kincir,heuheu—makan rambutan seabrek di rumah Keni. Guys,kapan lagi yah kita kayak gini? >.< Februari dilalui dengan Leadership Training dan akhirnya alumni pertama LT ini menamakan dirinya “PIPET” (lupa kepanjangannya,haha) trus abis tu PIPET cuma pernah ngumpul sekali dan hilang dari peredaran,ckckck, padahal baru kali ini 3 kelas bergabung jadi 1 dalam 1 wadah. Maret diwarnai dengan bersibuk ria dengan laporan akhir GKI dan publikasi serta bikin PKMAI sampai2 bingung,mana yang jadi prioritas, skripsi atau PKMAI,heuheu, tapi lelah itu terbayarkan sudah :) malah jadi kangen masa2 sibuk itu. April dihiasi dengan “kejar setoran” skripsi dan memasukkan ke panitia skripsi biar di acc dan Alhamdulillah disetujui semua dosen pengujinya dan O-ow malah lupa kalo dosen2 yang diinginkan itu “dosen terbang” (saking sibuknya) jadinya ujian diundur 2 minggu,hukz. Tapi tak apa,tetep semangat reschedule sidang sampe 4 kali!!haha, rekor euyy.. Di bulan ini pula akhirnya Allah menjawab doa yang tak berkesudahan itu dan begitu saja, tak terencana, “ia” datang mulai mewarnai hariku :”> Mei ngapain yah?? Oiya, sidang tertutupnya di minggu kedua Mei trus abis tu nyiapin diri bikin makalah dan presentasi untuk international symposium AAPS di Malaysia T.T Bulan Juni awal pergi untuk symposium trus balik-balik langsung persiapan PPRI dan seminar terbuka skripsi,hoho, masih teringat gimana sibuk dan paniknya karena ngurusin semuanya sendirian -.-

Bulan Juli menghadapi UAS terakhir dan berharap semoga bisa lulus cumlaude ^o^ dan akhir Juli ditutup dengan mengikuti PIMNAS di UNIBRAW,Malang tapi sayang gak nyabet piagam (gak rejeki nih, kalo kata orang mah bagi2 rejeki buat yang lainnya aja,hehe) tapi hikmahnya bisa bersilaturrahmi dengan temen-temen dari Sulawesi, Bali, dan Malang. Bulan Agustus?Saatnya wisuda ^o^ dan yang menggembirakan sekaligus membanggakan buatku adalah menjadi perwakilan wisudawan/ti untuk memberikan sambutan di hadapan civitas akademik UGM tentu saja dengan predikat cumlaude. Subhanallah, sungguh Allah Maha Mendengar dan Memberi, ketika kita meminta dan berusaha sekuat yang kita mampu maka Ia akan memberikannya, kun fayakun dan jadilah ini menjadi kado terindah untukku pada hari ulang tahunku ^o^. Allah takkan pernah ingkar pada janjiNya, tidak pernah,sekalipun! Maka percayalah kawan, tak ada doa yang tak didengarNya, tak ada jerih payah yang tak dihitungNya, dan tak ada amal yang tak dibalasNya. Bulan September memasuki minggu ke2 bulan penuh berkah,ya Ramadhan tiba dan kuliah double degree-ku dimulai, senin sampai sabtu yang benar2 menguras tenaga. Bulan Oktober? UTS S2. November? Kurban pertama akhirnya bisa sampai juga ke tangan yang berhak menerimanya. Desember? Diskusi komprehensif aja.. Kalo dipikir2,masa2 sibuk dengan berbagai event hanya ada pas S1 yah,hukz, kapan lagi nih berkarya? Miss those moment, semoga Allah masih memberi jalan untuk berkarya di tahun 2010,amiiiinnnn. Dan di hari pertama pada pembukaan 2010 aku pun berharap, semoga pada tahun ini, Allah tetap memberkahi setiap langkahku dan member petunjuk pada setiap keputusan yang kupilih, dan begitupun pada kamu-kamu yang baca tulisanku ini J Semoga bisa memberi makna dan menyemangati kita semua untuk meraih semua yang kita impikan di jalanNya,amiin.

So,

~Pesimisme Sistem Medis~

•31/12/2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Membaca artikel islam di sini bolehlah saya urun pendapat dari sudut pandang calon tenaga kefarmasian a.k.a apoteker. Bukan kehendak hati ingin menyangkal atau menyanggah tapi mungkin bisa menjadi sebuah masukan atau gambaran keadaan riil yang saya tau. Dalam artikel tersebut dipaparkan bahwa sistem medis yang sekarang ini termasuk ke dalam sistem dajjal karena dalam sistem rumah sakit (RS) seperti berlomba-lomba untuk mengumpulkan orang-orang sakit untuk mendapatkan uang, perusahaan-perusahaan farmasi berlomba-lomba memproduksi obat-obat sintetik padahal yang diproduksi adalah racun/toksik sehingga pada intinya, keseluruhan sistem medis modern adalah fitnah/ sesuatu hal yang patut dihindari.

Jika boleh saya berpendapat, marilah kita buka wawasan kesehatan kita mengenai obat-obatan dan kesehatan. Pertama, di dalam artikel mengaitkan bahwa sistem RS yang ada sekarang ini adalah sistem bisnis yang hanya meraup keuntungan semata dan mengalirkan dana pengobatan hanya untuk tenaga medis dengan cara mengumpulkan orang-orang sakit sebanyak mungkin. Hal ini perlu diluruskan, sistem RS yang seperti apa dulu. Dana pengobatan yang dilimpahkan kepada pasien adalah suatu bentuk imbalan atau timbal balik atas jasa medis yang disediakan oleh pihak RS. Imbalan tersebut tidak serta merta hanya meraup keuntungan tapi juga sebuah imbalan yang diperuntukkan bagi teknologi kesehatan yang digunakan (mis: X-Ray, CT-scan, uji lab) dan dalam bidang kesehatan, produk yang dihasilkan adalah jasa maka dana kesehatan tersebut juga berupa imbalan kepada jasa pelayanan kesehatan. Bagi yang memiliki asuransi kesehatan, maka dana ini dapat di-cover oleh asuransi tersebut. Kalo sistem bisnis seperti yang disebutkan oleh artikel tersebut mungkin sistem RS yang pelayanan kesehatannya tak jelas, pasien dioper-oper dari satu dokter ke dokter lainnya, memungut biaya administrasi yang tak wajar, dan ada medical error di dalamnya. Tapi RS yang seperti ini tidak bisa digeneralisir untuk semua RS karena pada dasarnya RS ada untuk tindakan preventif (mencegah orang untuk sakit) dan kuratif (penyembuhan orang yang sakit). Tindakan preventif yang biasa dilakukan misalnya saja check-up. Seseorang memang harus menjaga dirinya untuk tetap sehat namun jangan lupa banyak faktor di luar diri kita (polusi, beban pekerjaan, virus, bakteri, jamur, makanan yang tidak sehat, merokok) akan dapat menurunkan tingkat kesehatan kita sehingga kita juga perlu upaya untuk menjaga kesehatan ataupun memulihkannya. Dengan demikian RS tidak sama dengan mengumpulkan orang-orang sakit untuk meraup uang tetapi RS adalah sarana kesehatan untuk meningkatkan dan menjaga kualitas kesehatan pasien.

Kedua, obat memang memiliki dua mata sisi yaitu obat dan racun. Ketika dibutuhkan maka obat tersebut dapat menjadi penyembuh namun jika digunakan tidak dengan semestinya (di atas dosis yang disarankan atau disalahgunakan) maka obat ini dapat menjadi racun. Obat-obat sintetik yang ada di pasaran sudah melalui uji-uji laboratorium maupun uji klinik ( melalui orang sakit dan orang sehat) sehingga efek farmakologisnya terhadap tubuh telah diuji keefektifannya sehingga obat ini dapat dijamin keamanan dan kemanjurannya di masyarakat. Untuk pengobatan alternatif seperti bekam, bukan berarti tidak bermanfaat namun uji pengobatan non-obat ini bersifat empiris, jelas harus ditinjau lagi dari uji-uji klinis lainnya (saya kurang tau sudah ada riset tentang ini atau belum). Begitupun dengan obat-obatan dari bahan alam (seperti habbatussauda) harus diuji lagi secara lab (dengan tahapan in vitro-in vivo) dan klinik tentunya sehingga bukti efek farmakologisnya menjadi nyata, dan yang sudah banyak penelitian tentang bahan namun belum sampai ke uji klinik karena biayanya yang cukup mahal.

Ketiga, sudah sepatutnya kita membuka diri dan tidak berpikir sempit tentang pengobatan modern yang ada sekarang. Dunia pengobatan saat ini bahkan sudah mencapai pengobatan dengan target molekuler (sampai ke protein atau reseptor di dalam sel) dan tentu saja membutuhkan peralatan yang semakin canggih pula. Hal ini akan berbuntut dengan biaya pengobatan yang semakin mahal. Tidaklah sesuatu yang menyimpang maka kita sebut ia fitnah atau bahkan haram, tentu saja kita harus melihat sisi manfaat dan mudharatnya terlebih dahulu. Tentu saja pengobatan-pengobatan yang semakin mutakhir ini tidak langsung kita tolak tetapi kita terima jika sesuai dengan batasan-batasan yang Islam gariskan. Wallahu ‘alam bis showab.

##jawaban atas pertanyaan seorang kawan :) ##


-jangan peRmainKan kePercaYaan!!!!!!-

•16/12/2009 • & Komentar

Dalam beberapa waktu ini aku menemui fakta-fakta yang jelas kulihat di televisi, di hadapanku atau dari guliran cerita orang-orang terdekatku.. Rangkaian diskusi kuliahku dan mengalirkan gundah dengan transfer informasi  ternyata belum mampu mengusir penat hariku..(tidak, bukan hariku tapi hatiku) Geram rasanya ketika melihat di depan mata, seseorang yang dulunya diberi amanah dan diperkuat kepemimpinannya dengan tim yang hebat saat ini sibuk bercuap-cuap tentang keidealan sebuah profesi! bagaimana anda dapat berkata bahwa kita perlu ini, bahwa ada yang tak sinkron antara idealisme kita dengan pendidikan, ah,bagaimana anda tau itu bung??? jika rangkaian pengetahuan itu tak pernah genap kau dengarkan dan resapi, tak pula kau ikuti dengan seksama, bagaimana kau bisa berkata bahwa itu tidak ideal???!! sungguh ucapanmu hanya ke’sok’an atas sebuah pengetahuan atau ketidaktahuan yang sedang merasa menang atas sebuah prasangka semata?! sungguh,geram ini sangat besar!

Ketika ilmu dipermainkan, maka nurani atau iba yang berbicara?? sungguh aku telah mengenal sosokmu dalam suatu tugas yang pernah kita emban bersama, dan aku sadari detik itu pula, anda memiliki kecerdasan di atas rata-rata,  saya percaya ketika sebuah kemampuan dipertemukan dengan kesempatan maka akan lahir sebuah pembelajaran tapi 1 yang harus anda sadari,bung! cukup 1 karena saya yakin anda dapat mencernanya dengan baik.. ilmu adalah amanah dan tak seyogyanya anda jual murah hanya dengan lembaran rupiah.. ia bernilai lebih dari itu! bukan karena ketidakpedulian akan suatu kondisi kekurangan, tapi sungguh, sesuatu hasil yang baik harus dimulai dengan hal yang baik pula dan agama kita cukup mengajarkan itu bukan? sungguh, saya iba tapi setiap manusia berhak untuk mendapatkan atas ganjaran perilakunya, maka belajarlah dari kesalahan saat ini untuk mendapatkan diri yang lebih baik di kemudian hari, sungguh, saya masih punya asa terhadap kecerdasan anda!

Apalah arti sebuah hubungan darah jika tidak ada penghormatan di dalamnya? jika penuntutan terlalu berkepanjangan tanpa menyadari etika dalam berhubungan dengan manusia begitu perlu dipertahankan, sungguh yang ada adalah sebuah keterlaluan dalam bersikap,sodara! selayaknya kita perlu lebih mendalam lagi dalam berpikir, bertindak, dan bersikap, dan sungguh yang terjadi saat ini akan mencerminkan apa yang kelak akan kau terima.. tenang, ini bukan ancaman, hanya sekadar peringatan, bahwa Tuhan tidak tidur ketika hambaNya melakukan kesalahan.. Belum lagi ketika seseorang yang dipilih karena suatu amanah dan plin-plan dalam menentukan keputusan,ugh,pliz deh, kita saat ini berada dalam suatu ruang dan waktu amat cepat bergulir.. sikap anda melunturkan kepercayaan, bung!! bagaimana anda bisa berkata idealnya begini, kita harus begitu, dan tak semestinya seperti ini tapi gerakan anda adalah diam di tempat bahkan minus dengan mundur dari tempat anda berpijak? oh, sudahlah, cukup, saya muak dengan kata-kata, cukup buktikan di akhir pemerintahan anda, bahwa anda memang pantas dipercaya..

4 peristiwa di atas belumlah terasa cukup bagi takdir yang saat ini menyapa mata, telinga, dan nuraniku.. Waktu  masih pula membuktikan kekhawatiran akan amanah yang akan tersiakan yang berarti masa menunggu itu telah tiba.. Sudah kubilang, biarkan regenerasi kita yang mencoba mengarahkan kemana mereka akan berjalan.. Sudah kubilang, biarkan pengalaman menempa mereka untuk mengubah kehijauan mereka akan profesi kita dengan sebuah kebijaksanaan.. Sudah kubilang, bukan masanya lagi yang tua memegang peranan dan rakus akan kekuasaan, tapi AH, kau tetap saja tak mendengarku dan berkata bahwa ini masih masamu juga.. dan lihat kan?? saat ini kau terlantarkan amanah yang kau pegang itu, kau salahkan pemimpin yang saat ini entah sibuk dengan kewajiban dunianya yang lain.. Kawan, sungguh aku kecewa dan kau terkena batu yang kau lempar T.T

~Invasi Laron~

•19/11/2009 • & Komentar

ujan-nggak-ujan-nggak.. trus tiba-tiba ada beberap bayangan berkelebat.. O-ow… tidak.. hh.. mulai lagi musim ini!! yup.. yup.. apalagi kalo bukan laron? awalnya takut, kirain ada binatang apa gitu yang masuk ke kamar, ternyata “tamu musim hujan” ini datang juga menepati janjinya.

sebenarnya aku baru tau loh kalo laron itu metamorfosis dari rayap( kalian tau gak?). kupikir, laron tu kayak makhluk “halus” yang tiba2 muncul pas musim hujan dan menghilang pas musim kemarau. kalo liat laron, jadi inget mereka tuh suka menanggalkan sayapnya trus jadi saling mencari dan bikin kereta-keretaan kayak kita main ular tangga sewaktu TK dulu,hihi.. Udah gitu, sayapnya halus banget, kayak mudah rapuh, kalo misalnya kita pegang bisa langsung lepas. dan cara paling efektif untuk nangkep laron pake air!! kasih aja air di mangok or di ember, pasti banyak yang jatuh. mereka tu pengen ngaca kali ya? jadinya suka air,hihi, tapi malah sayapnya nempel dan gak bisa dipake untuk terbang :’(  Laron tu punya cerita unik loh! kalo digoogling, cerita paling lengkapnya cuma 1 paragraf di bawah ini sih..

Masa hidup laron tidak lebih dari dua hari. Menurut Dr. Yohanes Surya, rayap memiliki tiga kasta (level perkembangan): kasta reproduktif, kasta prajurit, dan kasta pekerja. Laron merupakan salah satu fase dewasa dari kasta reproduktif. Ia akan menjadi raja dan ratu pada koloni rayap. Laron tumbuh dari telur. Sayap laron berkembang agar laron bisa terbang mencari pasangan kawinnya. Setelah kawin, sayap laron tanggal karena tidak diperlukan lagi. Kalo yang gak sukses or mati dalam mencari pasangan kawinnya (kasian yah padahal tempat nge-datenya dah pasti di lampu-lampu kan?), ya mereka gak bisa membuat koloni baru. Untuk laron yang sukses, mereka mulai membangun sarang di kayu-kayu yang agak lapuk dan menetaskan telur-telur sehingga membentuk koloni baru. Mm.. pantesan aja yah, kalo kayu-kayu yang banyak rayapnya bisa banyak laron pas musim ujan..

Trus, dulu tuh ada yang bilang kalo misalnya laron enak untuk dimakan. buat makanan cicak or semut mungkin kali ya! tapi kita?? aduh, pikir dua kali deh, terbangnya entah dah hinggap dimana aja trus badannya kan mirip banget sama semut. Eww! @.@ tapi ternyata emang ada loh, kelompok orang yang makan laron.. misalnya mmm..mm.. digoreng kayak bikin bawang goreng itu loh trus ditaburin ke nasi.. hiiiyy, ngebayanginnya aja dah merinding.. T.T

-tamu musim hujan-

`menulis dan berbicara mudah mana?`

•16/11/2009 • & Komentar

kalo saya? saya suka dua-duanya!! haha.. bisa betah berjam-jam ngomong.. pernah loh ngomong nonstop dari perjalanan jogja-bandung.. paling istirahat cuma 30 menit, tu juga gara-gara temen ngobrol saya pamit istirahat, waktu makan or waktu solat >.<  (parah gak sih?) waktu itu pergi ke bandung karena acara bioteknologi, perginya berempat.. dan,WOW, kereta jadi rame,haha… padahal yang sahut-sahutan cuma dua orang.. jadilah saya berpikir,kalo saya punya kemampuan istimewa tentang ini *.* saya tu tipikal orang yang haus ngomong.. mm.. bisa berbakat menjadi host infotainment kali ya? (ayo rekrut saya! :p ) tapi saya mulai mengkombinasikannya dengan menulis, karena saya tuh merasa, kalo udah diceritain, kadang ingatan saya tentang suatu hal bisa terkikis. bukan pelupa sih, cuma merasa jadi “ah,dah gak penting or dah basi” trus lupa deh detailnya gimana,haha. jadinya secara gak langsung seakan memerintahkan otak saya untuk membuang memori itu pelan-pelan.. (ada yang merasa sama dengan saya?) makanya sekarang menulis juga menjadi salah satu cara ternyaman saya untuk berkomunikasi dengan orang lain. karena terkadang tuh untuk membicarakan suatu topik, baru bisa menemukan kata-kata yang pas waktu menulis, atau segala sesuatu yang sungkan untuk dibicarakan langsung, menulis menjadikan saya lebih berani untuk mengemukakan apa yang ada di otak saya.

emang sih kemampuan berbicara dan menulis itu sama-sama kemampuannya otak kiri, tapi banyak kan yang kadang orang gak berani ngomong depan publik tapi jago nulis, atau juga jago ngomong tapi pas nulis gak enak dibaca dan ada juga orang jago di kedua-duanya (beruntung banget nih orang! bersyukurlah bagi yang merasa seperti ini ^.^) setelah sekian lama mengamati.. hmm (nggaya mode ON).. bagi para facebook mania (kamu juga kah?), menulis tu menjadi hal yang gampang yah! saya gak bilang kalo tulisan yang ditulis menjadi berbobot tapi menulis apa yang dipikirkan menjadi lebih mudah dan kadang malah jadi hobi (yang suka ganti-ganti status, acung jari!! :-D ).. saya menemukan beberapa fenomena yang menarik, coba kita liat satu2:

  1. FB bikin orang lebih mudah mengekspresikan dirinya dibandingkan ngomong langsung.. coba deh, diperhatiin.. orang-orang yang jarang ngomong kalo bertemu tiba-tiba bisa jadi sok kenal dan komen-komen di tulisan atau status kita.. atau juga yang biasanya lebih pendiem tiba-tiba jadi “speak up” dan statusnya ganti-ganti terus.. kenapa yah? apa karena gak bertemu langsung menjadikan kita menjadi lebih berani “berbicara” dengan tulisan.
  2. secara gak langsung, FB mengikis budaya kita loh. coba deh kalo lagi ngumpul sama temen-temen. bisa aja kita sebelah-sebelahan tapi yang satu sibuk dengan gadgetnya, buka-buka status. padahal jarak dia dan sebelahnya gak nyampe 1 meter!! @.@ ada apa yah? apa karena kalo nulis di FB lebih banyak komentar atau malah suka ngomentarin tulisan orang? saya juga suka keduanya tapi kalo bersama teman-teman, saya lebih merasa sreg kalo ngobrol langsung.. karena saya pikir, “emosi” yang dipake tuh beda antara berinteraksi dengan menulis dengan ngomong langsung.. iya gak sih?
  3. FB juga bikin orang menjadi bersifat palsu. misalnya aja, kalo ada yang berstatus “aduh sedih nih”, trus jadi banyak banget yang komentar atau jadi pada empati. tapi kalo di kehidupan nyata,  belum “sehebat” dia berempati di dunia maya.. yah bisa dibilang NATO sih.. semoga kita tidak seperti orang ini yah.

Dari 3 list di atas yang saya kasih ini, saya gak nyalahin “mas FB” :p tapi ternyata hal yang kita gandrungi bisa berdampak negatif juga,haha.. so berhati-hatilah karena tulisan itu merupakan bukti yang lebih kuat dibandingkan ngomong ;)

~Rain..Rain.. Rain.. It’s all about Rain~

•15/11/2009 • & Komentar

yaa… it’s all about rain.. bulan november ini penuh dengan rain.. ya konser Rain di Jakarta yang bakalan diadain besok desember… musim hujan yang dari kemaren “PDKT” sekarang lagi gencar-gencarnya! dalam sehari semalem ini, udah 3 kali hujan mengguyur jogja and has made today as a rainy sunday… bikin sendu gak sih? >.< emang yah ujan tu bisa bikin suasana berubah..

Bangun pagi-pagi udah mau siap2 lari pagi.. tiba2 hujan menyapa dengan “hangat”nya.. gak jadi deh.. malah bikin males ngapa2in.. sorenya mau pergi nonton 2012 batal juga, agak malas sebenarnya tapi ternyata ujan! weww.. haha, terkesan menyalahkan hujan.. sebenarnya hujan itu karunia untuk semua insan di bumi.. belakangan terakhir jogja terasa panas banget tapi gara2 ujan hari ini, udara pagi *snup-snup* (ceritanya mencium udara) begitu segaaaarrr ^.^

Rasanya hujan sudah mulai merasa dirinya “primadona” yang ditunggu-tunggu kedatangannya dan sekarang ia mulai menyapa kita… wah! harus prepare nih.. apa aja yah yang harus dilakukan… Yuk, dilist dulu ;)

  1. mulai dari sepatu, jangan sampe rusak gara2 keujanan.. buat cewek penting banget nih, jangan sampe sepatu kesayangan malah rusak karena terendam genangan air..
  2. awasi cucian! kalo bisa ngirit baju berarti yah? >.< kalo musim ujan gini, sekalinya nyuci bisa keringnya 2 hari nih..
  3. siap2 payung or jas ujan! emang sih sepele tapi kalo gak ada dua ini, bisa wasting time buat nunggu ujan gak reda2..
  4. siap2 jaket.. biar kalo kuliah gak kedinginan ^.^
  5. periksa weeper mobil!! huhu,, weeper mobilku udah jelek,, mesti diliat lagi nih.. semoga gak ganggu buat nyetir..
  6. apalagi ya? aha!! jaga kesehatan pastinya! musim dingin ini pasti virus flu semakin melancarkan manuver-manuvernya.. mesti meningkatkan imun tubuh nih..

Prepare dulu ah..